Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Bus Rombongan Siswa Kecelakaan di Subang, Yayasan SMK Lingga Kencana Siapkan Psikiater & Santunan

Pihak yayasan Kesejahteraan Sosial yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok bakal memberikan tanggungb jawab imbas kecelakaan bus maut rombongan siswa..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
Tribun News/Rizki Sandi / Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Deddy Ahmad Mustofa, Sekretaris YKS menyebut yayasan bertanggung jawab atas kecelakaan siswa dan guru SMK Lingga Kencana di Subang. Yayasan bakal siapkan psikiater dan santunan. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Pihak yayasan Kesejahteraan Sosial yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok bakal memberikan tanggungb jawab imbas kecelakaan bus maut yang membawa para siswa dan gurunya di Subang, Jawa Barat.

Pihak Yayasan SMK Lingga Kencana Depok berencana menyiapkan psikiater hingga santunan untuk para korban dalam kecelakaan bus di Subang.

Psikiater tersebut, kata Deddy Ahmad Mustofa, Sekretaris YKS akan dibutuhkan untuk memberikan terapi psikologi kepada para guru dan siswa yang selamat dari kecelakaan dan berada di dalam bus saat kecelakaan di Subang Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024).

"Terkait trauma misalnya siswa-siswa, kita sudah koordinasi dengan pemerintah Kota Depok agar dikirimkan psikiater ke kita agar mereka itu dikasihkan terapi psikologi supaya mereka itu nggak trauma terus," kata dia di SMK Lingga Kencana Kota Depok pada Minggu (12/5/2024) dilansir dari Tribun Jakarta.

Sebab pihaknya ingin menjalin komunikasi dengan para guru dan murid yang selamat dalam insiden kecelakaan maut di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Sekretaris YKS Deddy Ahmad Mustofa menyatakan, pemanggilan terhadap guru dan murid dari SMK Lingga Kencana itu untuk mengklarifikasi sebagaimana kondisi atau kronologi yang sebenarnya terjadi saat insiden kecelakaan.

Upaya untuk berkomunikasi dengan pihak guru dan murid yang selamat itu kata dia, untuk meluruskan informasi yang ada saat ini.

Pasalnya, kabar di luar sejauh ini masih simpang siur, terutama soal kronologi dari kecelakaan.

"Karena beritanya simpang siur, saya pun tidak bisa mengatakan apakah ini benar atau tidak, tetapi sebagian besar sudah tahu kronologis kejadiannya ini," ujar dia.

Meski demikian, pihak yayasan memerlukan waktu untuk bisa berkomunikasi dengan guru dan murid yang berada dalam bus tersebut.

Karena para korban selamat dari kecelakaan maut itu masih mengalami shock dan trauma, sehingga belum bisa dimintai penjelasannya.

"Karena siswa yang selamat sekarang masih trauma, guru yang ada di dalam mobil itupun sekarang masih belum bisa kita ajak bicara. Ya semacam ada rasa kengerian atau bagaimana. Nanti kalau memang itu sudah bisa kita ajak bicara, nanti kronologis yang sebenarnya kita tanya ke informasi langsung," tukas dia.

Baca juga: Reaksi PJ Gubernur Jabar usai Bus Siswa SMK Lingga Kencana Kecelakaan, Keluarkan SE soal Study Tour

Baca juga: Ma, Bus Aku Terbalik, Paniknya Vivi Siswi SMK Lingga Kencana Telepon Ibu usai Kecelakaan di Subang

Selain itu, pihak yayasan juga akan memberi sejumlah santunan untuk para korban meninggal akibat kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat.

Deddy menyatakan, pemberian santunan tersebut akan dilakukan pada, Senin (13/5/2024) besok sekira pukul 09.00 WIB. Pemberian itu diberikan oleh dua pihak yakni berupa asuransi dari Jasa Raharja dan juga santunan dari Pemerintahan Kota Depok.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved