Bidan di Prabumulih Malapraktik
Rumah Zainab, Bidan di Prabumulih Diduga Malapraktik Dipasang Garis Polisi, 7 Saksi Diperiksa
Kasat Reskrim juga menyampaikan hingga saat ini keluarga korban belum melapor dan diimbau melapor karena kasus sudah viral.
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kasat Reskrim Polres Prabumulih bersama jajaran melakukan pemasangan police line atau garis polisi di rumah oknum bidan Zainab yang diduga lakukan malapraktek di kota Prabumulih, Sabtu (4/5/2024).
Tidak hanya memasang police line, petugas kepolisian bahkan telah memeriksa sebanyak tujuh saksi terkait kasus dugaan malapraktek yang viral di kota Prabumulih tersebut.
"Jadi dari berita viral kemaren kami langsung tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan memeriksa 7 orang saksi termasuk bidan ZN. Hari ini kami lakukan pemasangan police line," ungkap Kasat Reskrim, AKP Herli Setiawan SH MH kepada wartawan.
Kasat Reskrim menegaskan jika dari hasil penyelidikan ditemukan unsur pidana dan terpenuhi dua barang bukti sesuai pasal 184 KUHP maka kasus akan ditingkatkan menjadi penyidikan serta penetapan tersangka.
"Sejauh ini masih penyelidikan dan jika terpenuhi bisa kita tetapkan tersangka, saat ini statusnya masih saksi," katanya kepada wartawan usai memasang police line.
Lebih lanjut Herli mengaku pihaknya mengamankan baju dan beberapa obat dari hasil penggeledahan dilakukan beberapa waktu lalu di tempat praktik bidan Zainab.
"Kita pasang police line tidak bisa masuk selain penyidik, kemarin baju saat melakukan tindakan di dalam video viral dan beberapa obat yang disuntikkan bidan ZN kepada korban juga kita amankan," katanya.
Kasat Reskrim juga menyampaikan hingga saat ini keluarga korban belum melapor dan diimbau melapor karena kasus sudah viral.
"Sejauh ini belum ada keluarga melapor, kami imbau segera melapor," katanya.
Baca juga: Jawaban Zainab Bidan Prabumulih Dituding Malpratik ke Pasiennya, Suntik Obat Anti Muntah dan Vitamin
Baca juga: Oknum Lurah Diduga Malpraktek Kini Diperiksa Inspektorat Pemkot Prabumulih
Reaksi Zainab
Bidan yang juga berstatus sebagai Lurah Cambai kota Prabumulih, Zainab mengomentari terkait video viral dugaan malpraktek yang ia lakukan yang dituduh sebabkan salah satu pasiennya meninggal dunia.
Menurut Zainab, dirinya memberikan obat suntik yang terdiri dari obat anti muntah dan suntik vitamin.
"Itu suntik anti muntah dan vitamin, tidak lebih dari itu," ungkapnya setelah dihadang wartawan usai menjalani pemeriksaan Inspektorat, Jumat (3/5/2024).
Zainab mengatakan, untuk dua obat itu hanya dioplos menggunakan aquades dengan alasan karena jika orang kurus dengan spet kecil maka akan mengental sehingga menyusahkan untuk didorong dalam pemberian obat.
"Jadi raninitidi injeksi dioplos pake spet agak besar sehingga dia cair dan mudah dalam mendorong obat masuk," katanya.
Ditanya apakah itu sering dilakukan terhadap pasien, Zainab mengaku tergantung dan tidak selalu demikian.
"Tergantung, tidak selalu," katanya sambil berlalu.
Disinggung terkait apa yang dilakukannya itu banyak disebut merupakan malapraktek, Zainab juga tak memberikan jawaban
Kronologi
Kronologi seorang pasien di kota Prabumulih diduga menjadi korban malapraktik oleh oknum bidan.
Kasus dugaan malapraktik di kota Prabumulih viral setelah pertama kali diunggah oleh akun @voltcyber_v2, Jumat (3/5/2024).
Dalam postingan tersebut dituliskan adanya oknum bidan di kota Prabumulih berinisial Z diduga melakukan malapraktik.
Dari postingan berbagai media sosial, terlihat diduga bidan Z mengenakan baju blazer putih memberikan suntikan kepada korban inisial R (59) yang tercatat sebagai warga Jalan Lingkar Timur Kelurahan Tanjung Raman Kota Prabumulih diduga karena sakit.
Akibat dari dugaan malaprakter itu, pasien bidan Z diduga menderita pembengkakan ginjal hingga akhirnya meninggal dunia.
Dalam postingan berbagai akun juga menampilkan kronologis malapraktek yang diduga dilakukan bidan yang juga oknum Lurah itu.
Awalnya, pasien dibawah ke bidan tersebut lantaran mengeluhkan sakit mag, pada 23 November 2023 lalu.
Sehingga, bidan tersebut menyarankan pasiennya untuk dirawat selama kurang lebih satu minggu.
Selama dirawat itulah, oknum bidan itu tidak menyarankan untuk cek lab, melainkan hanya memberikan suntikan obat-obatan.
"Pada 23 November 2023 pasien mengeluh sakit magh dan dibawa berobat ke bidan tersebut. Bidan menyarankan untuk dirawat kurang lebih 1 minggu tanpa ada cek lab, cek citi scan. Lalu bidan memberikan suntikan obat-obatan yang keluarga juga tidak tahu kalau ditanya tentang suntikan-suntikan obat itu aman katanya sudah sesuai resep, suntikan-suntikan yang berbagai macam cairan yang banyak sesuai yang ada di video," seperti yang tertulis dalam caption video tersebut.
Alih-alih membaik, pasien tak kunjung sembuh dan diduga semakin parah.
Pasien kemudian memilih melanjutkan berobat di rumah sakit.
Betapa terkejutnya pasien tersebut mengetahui dirinya mengalami pembengkakan dan divonis harus cuci darah.
"Selama pengobatan terakhir di bidan tersebut tidak ada perubahan sama sekali malah makin parah akhirnya diputuskan tidak lagi berobat ke bidan tersebut. Setelah pasien berobat mandiri ke RS, ternyata ginjal pasien yang sebelumnya sehat mengalami pembengkakan dan divonis harus cuci darah," sambungnya.
Hingga satu bulan kemudian, pasien yang sebelumnya hanya mengeluhkan sakit mag itu harus meninggal dunia.
"Setelah pasien cuci darah sebanyak 6 kali, pasien meninggal dunia pada 22 Januari 2024," tambahnya.
Adapun postingan tersebut juga dituliskan dugaan malpraktek itu dilakukan oknum bidan yang juga berprofesi sebagai lurah di kota Prabumulih.
"Dugaan kasus malpraktik oknum Bidan dan juga menjabat sebagai Lurah di wilayah kota di Prabumulih," tulis akun medsos voltcyber_v2 seperti yang dilihat, Jumat (3/5/2024).
Sementara itu dalam video terlihat sang oknum bidan memasukkan cukup banyak cairan ke dalam jarum suntik, lalu setelah itu cairan racikan beberapa obat itu disuntikkan kepada korban.
Menurut sang bidan pasien dan keluarga tidak perlu khawatir karena itu sudah sesuai resep dan menurutnya cukup aman.
"Tidak apa-apa, ini aman sudah sesuai dengan spek," ungkap oknum bidan tersebut dalam rekaman video yang beredar tersebut.
Sementara itu, anak korban mengungkapkan pihaknya sengaja memviralkan kasus tersebut agar tidak terjadi kepada warga lain dan apa yang dilakukan yang dilakukan bidan tersebut adalah salah.
"Kami keluarga sepakat mengangkat kasus ini, awalnya kami tidak mau apalagi ayah selalu melarang namun kami menduga ada kejanggalan," ungkap anaknya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Nasib Zainab Bidan Prabumulih Diduga Malpratik ke Pasien Berujung Meninggal, Kini Dinonaktifkan |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Bidan Malapraktik Jadi Atensi Polda Sumsel, Kabid Humas Datangi Polres Prabumulih |
![]() |
---|
Jawaban Zainab Bidan Prabumulih Dituding Malpratik ke Pasiennya, Suntik Obat Anti Muntah dan Vitamin |
![]() |
---|
Oknum Lurah Diduga Malpraktek Kini Diperiksa Inspektorat Pemkot Prabumulih |
![]() |
---|
Sosok Zainab Bidan di Prabumulih Diduga Lakukan Malapraktik Hingga Pasien Meninggal, Ternyata Lurah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.