Pilpres 2024

Cerita Petugas KPPS di Ogan Ilir , Yati : Lawan Kantuk dengan Kekompakan Tim

Yati mengaku sudah mengetahui tugas KPPS tak mudah dan punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan Pemilu.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Sri Hidayatun
agung/tribunsumsel.com
Anggota KPPS dan Linmas di TPS 1 Desa Tanjung Pinang II, Ogan Ilir usai melaksanakan tugas, Kamis (15/2/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM,INDRALAYA - Rekapitulasi suara pada Pemilu 2024 telah rampung di sebagian wilayah Ogan Ilir, sementara sebagian wilayah lainnya masih berlangsung.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) adalah salah satu pihak yang bekerja keras menuntaskan rekapitulasi suara.

Seperti dikemukakan Yati, seorang anggota KPPS di Desa Tanjung Pinang II, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Sejak Rabu (14/2/2024) pagi pukul 06.00, Yati sudah bersiap di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 desa setempat.

Dimulai dengan pengecekan jumlah kotak suara, Yati dan enam anggota KPPS lainnya serta dua anggota Linmas mulai melayani masyarakat yang memberikan suara.

"Kemarin proses pemungutan suara selesai pukul 12.00. Terus dilanjutkan rekapitulasi suara sampai sore," kata Yati kepada Tribunsumsel.com, Kamis (15/2/2024).

Yati mengaku sudah mengetahui tugas KPPS tak mudah dan punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan Pemilu.

Wanita 34 tahun ini mengaku sebelumnya pernah menjadi Pengawas TPS (PTPS) pada Pemilu 2019 lalu.

Pengalaman tersebut turut membantu Yati dalam menjalani peran sebagai anggota KPPS.

Baca juga: KPU Ogan Ilir Umumkan Rekap Daftar Pemilih Tambahan DPTb Pemilu 2024, Tambah 25 TPS

Baca juga: Menuju Pemilu 2024, Begini Persiapan KPU Ogan Ilir dengan Total DPT 315.278 Orang

Selama proses rekapitulasi suara, Yati mengaku saling menyemangati sesama rekan KPPS.

"Kami mendapatkan hitungan jumlah suara mulai dari presiden dan wakil presiden sampai DPRD kabupaten dan kota. Selesai tadi pagi pukul 04.00," ujar Yati.

Semalam suntuk melakukan rekapitulasi suara, menurut Yati yang terpenting adalah kerjasama tim.

Selain itu, komunikasi yang baik dengan perwakilan partai politik dan saksi-saksi juga diperlukan.

Menurut Yati, semakin larut malam maka konsentrasi semakin menurun dan fisik semakin terkuras.

"Kami melawan rasa kantuk, rasa lelah itu dengan kekompakan tim. Kami saling menyemangati, begitu juga saat menyiapkan blangko untuk tanda tangan saksi karena itu makan waktu juga," ungkap Yati.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved