Berita Banyuasin

Warga Makarti Jaya Banyuasin Berharap Mobil Bisa Masuk, Selama Ini Andalkan Motor Alat Tranportasi

Warga Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin berharap agar mobil bisa masuk ke wilayah mereka, setelah selama ini andalkam motor alat transportasi.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Warga Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin berharap agar mobil bisa masuk ke wilayah mereka, setelah selama ini andalkam motor alat transportasi. Jembatan penghubung yang dibangun Pemkab Banyuasin menggunakan APBD Banyuasin untuk menghubungkan wilayah Kecamatan Makarti Jaya, Rabu (10/1/2024). 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Warga Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin berharap agar mobil bisa masuk ke wilayah mereka, setelah selama ini mengandalkan motor sebagai alat tranportasi di wilayah tersebut.

Kecamatan Makarti Jaya, menjadi satu dari beberapa wilayah di Kabupaten Banyuasin yang merupakan wilayah perairan.

Menuju ke wilayah ini, bisa melalui beberapa tempat menggunakan speedboat.

Untuk sampai ke Kecamatan Makarti Jaya, bisa melalui dermaga di bawah Jembatan Ampera, Dermaga Sungai Lais Palembang dan Kecamatan Sungsang Banyuasin.

Waktu tempuh dari setiap dermaga juga berbeda, tergantung dari tempat keberangkatan.

Baca juga: Banjir di Hulu Sungai Rawas Muratara, 4 Kecamatan di Hilir Waspada Terima Kiriman Air

Saat berada di Kecamatan Makarti Jaya, kendaraan roda dua, menjadi alat transportasi yang biasa digunakan masyarakat di sana.

Karena, mobil terbilang sangat jarang masuk ke wilayah ini.

Bila pun ada, mobil yang masuk ke sana harus menyeberang dengan menggunakan tongkang dengan biaya yang terbilang cukup mahal.

Sehingga, kendaraan roda dua atau sepeda motor yang menjadi alat transportasi dominan di wilayah ini.

Karena wilayah perairan, untuk menghubungkan satu desa ke desa lain atau satu dusun ke dusun lain, jembatan penghubung memang sangat dibutuhkan.

Jadi tak heran, bila di kecamatan ini antara satu desa ke desa lain, atau dusun satu dengan dusun lain, dihubungkan dengan jembatan penghubung.

Seperti yang diungkapkan tokoh adat Abah Badar, sejak kecil ia sudah ada di Kecamatan Makarti Jaya.

Kecamatan Makarti Jaya, dulunya menjadi sentral sejumlah wilayah perairan karena memang kecamatan yang paling maju.

"Dulu orang Sungsang, Muara Sugihan, belanjanya ke Makarti. Karena, di sini memiliki pasar yang lengkap dan setiap hari bukanya. Orang datang ke sini pakai jukung atau pakai getek, karena aksesnya hanya itu," ujarnya, Rabu (10/1/2024).

Namun, seiring berjalannya waktu wilayah lain mulai terhubung ke daratan dengan jembatan penghubung ataupun adanya akses jalan poros.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved