Berita Banyuasin
Warga Makarti Jaya Banyuasin Berharap Mobil Bisa Masuk, Selama Ini Andalkan Motor Alat Tranportasi
Warga Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin berharap agar mobil bisa masuk ke wilayah mereka, setelah selama ini andalkam motor alat transportasi.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Warga Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin berharap agar mobil bisa masuk ke wilayah mereka, setelah selama ini mengandalkan motor sebagai alat tranportasi di wilayah tersebut.
Kecamatan Makarti Jaya, menjadi satu dari beberapa wilayah di Kabupaten Banyuasin yang merupakan wilayah perairan.
Menuju ke wilayah ini, bisa melalui beberapa tempat menggunakan speedboat.
Untuk sampai ke Kecamatan Makarti Jaya, bisa melalui dermaga di bawah Jembatan Ampera, Dermaga Sungai Lais Palembang dan Kecamatan Sungsang Banyuasin.
Waktu tempuh dari setiap dermaga juga berbeda, tergantung dari tempat keberangkatan.
Baca juga: Banjir di Hulu Sungai Rawas Muratara, 4 Kecamatan di Hilir Waspada Terima Kiriman Air
Saat berada di Kecamatan Makarti Jaya, kendaraan roda dua, menjadi alat transportasi yang biasa digunakan masyarakat di sana.
Karena, mobil terbilang sangat jarang masuk ke wilayah ini.
Bila pun ada, mobil yang masuk ke sana harus menyeberang dengan menggunakan tongkang dengan biaya yang terbilang cukup mahal.
Sehingga, kendaraan roda dua atau sepeda motor yang menjadi alat transportasi dominan di wilayah ini.
Karena wilayah perairan, untuk menghubungkan satu desa ke desa lain atau satu dusun ke dusun lain, jembatan penghubung memang sangat dibutuhkan.
Jadi tak heran, bila di kecamatan ini antara satu desa ke desa lain, atau dusun satu dengan dusun lain, dihubungkan dengan jembatan penghubung.
Seperti yang diungkapkan tokoh adat Abah Badar, sejak kecil ia sudah ada di Kecamatan Makarti Jaya.
Kecamatan Makarti Jaya, dulunya menjadi sentral sejumlah wilayah perairan karena memang kecamatan yang paling maju.
"Dulu orang Sungsang, Muara Sugihan, belanjanya ke Makarti. Karena, di sini memiliki pasar yang lengkap dan setiap hari bukanya. Orang datang ke sini pakai jukung atau pakai getek, karena aksesnya hanya itu," ujarnya, Rabu (10/1/2024).
Namun, seiring berjalannya waktu wilayah lain mulai terhubung ke daratan dengan jembatan penghubung ataupun adanya akses jalan poros.
Demi Kurangi Kemacetan, Simpang Tugu Polwan Banyuasin Bakal Dibangun Jalan Alternatif |
![]() |
---|
Tolak Dipindah Karena Jauh, Pedagang di Pasar Pangkalan Balai Gelar Aksi di Kantor DPRD Banyuasin |
![]() |
---|
Bakal Gelontorkan Rp 50 Miliar, Pemkab Banyuasin Siap Bangun Jalan Poros Kecamatan Air Salek |
![]() |
---|
10 Orang Ditangkap Saat Polisi Gerebek Sabung Ayam di Banyuasin, Uang Taruhan Jutaan Rupiah Disita |
![]() |
---|
Konflik Lahan Warga Desa Mekar Sari VS Perusahaan, DPRD Banyuasin Janji Kawal Penyelesaian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.