Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Subang

Yosef Cari Uang Tambahan Lewat Golf Imbas Jatah dari Korban Kasus Subang Sedikit, Dapat Rp 50 Ribu

Mimin istri kedua Yosef membeberkan informasi tersebut, dimana pekerjaan itu dilakukan Yosef jauh sebelum kasus subang.Yosef diketahui jadi tersangk

Editor: Moch Krisna
Tribunnewsbogor.com
Terungkap harta kekayaan Yosef ternyata miliki sejumlah aset, bangkrut usai jadi tersangka kasus pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Terkuak fakta Yosef Hidayah mencari tambahan uang untuk makan lewat golf.

Hal tersebut dilakukan Yosef lantaran jatah dari yayasan kepadanya terbilang sedikit.

Mimin istri kedua Yosef membeberkan informasi tersebut, dimana pekerjaan itu dilakukan Yosef jauh sebelum kasus subang.

Yosef diketahui jadi tersangka atas kasus pembunuhan istri pertama dan anak perempuan di Subang.

"Pak yosef itu main golf itu gimana yah bukan kayak orang-orang, gak bayar, justru nyari duit, buat kita makan disini, ganjal-ganjal Arighi tuh, kasihan," kata Mimin dikutip dari Youtube Luruskan melansir dari Tribunnewsbogor.com, Sabtu (9/12/2023).

Mimin bercerita, Yosef kerap mendapat uang paling sedikit Rp 50 ribu,

"Kadang dapat, kadang gak. Kan kadang ada Rp 50 ribu, ada Rp 200 ribu yang ngasih. Mau diajarin atau ini kurang ini nih, bos-bos semua jadi pada ngasih," kata Mimin.

Yosef menurut Mimin, sering mengajarkan bos dan pejabat bermain golf.

Karena telah mengajar, Yosef lantas diberi tip.

"Harapan ibu itu 'oh pergi, kayak pergi ditinggal kerja', cari makan," katanya.

Selain mendapat tip, Yosef juga mendapat subsidi dari organisasi golf tempatnya bernaung.

"Waktu jadi atlet yah sebelum ada kasus ini kita dapat juga operasional per bulan Rp 750 ribu dari organisasinya, gak ngerti, pokoknya kita mah nerima segitu aja," kata Mimin.

"Proposal tanda tangan, kan ada berapa orang, ada laporannya itu," tambahnya.

Kata Mimin, Yosef mendapat penghasilan kebanyakan dari golf, bukan dari Yayasan Bina Prestasi Nasional.

"Disitu kan para jenderal, pejabat tinggi ataupun bos, mereka itu kalau belum bisa, masih pemula, itu kan diajarin, kalau udah mahir pun ada diperbaikin, sangat ngerti, jadi ngasih uang," kata Mimin.

Mimin Mintarsih berharap banyak ketika Yosef mendapat uang dari bermain golf.

"Kita itu ngarep banget. meski nominal Rp 50 ribu ya Allah Jazakallah, bahagia banget. dinikamyi disyukuri. Ya ada sampai 500, kadang bawa makanan juga, bawa tahu, atau bawa apa aja makanan," kata Mimin.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan motif Yosef membunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu adalah karena kecewa jatah uang yang diberi sedikit.

"Ketidakpuasan tersangka terhadap uang pada korban. Uang dalam bentuk jatah, akhirnya ini tidak memuaskan tersangka," katanya.
Dirrkrimum Polda Jabar Kombes Surawan pun mengatakan perbincangan Yosef dan Danu di pecel lele mengungkap soal uang dari Tuti dan Amel.

"YH sakit hati kalau minta uang hanya diberi sedikit," kata Surawan.

Arighi Bantu Perekonomian Keluarga

itu Arighi Reksa Pratama mengklaim bahwa telah memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga Mimin.

Arighi mencukupi kebutuhan rumah Mimin dari hasil bekerja di konter handphone.

"Satu jutaan setiap hari (omzet konter HP). Itu stok uang. Sudah mau 5 tahun. Sedikit-sedikit lah. dicukup-cukupin aja. normal," kata Arighi di Youtube Luruskan.

Bahkan ia juga mengklaim bisa membeli motor dari hasil bekerja.

"Setelah kerja 6 bulan baru ambil motor.(gaji) Alhamdulillah," katanya.

Tersangka kasus Subang ini mengaku membantu semua kebutuhan ekonomi Mimin Mintarsih.

"Semuanya. Hampir semuanya. Dominan dari Arighi," katanya.

Bahkan Yosef pun kata Arighi sering minta padanya.

"Paling minta kuota," kata Arighi kakak Abi Aulia.

Soal klaim ini pengacara Danu, Achmad Taufan Soedirjo semakin meyakini bahwa motif pembunuhan Tuti dan Amel memang didasari masalah uang.

"Perlu dipertanyakan dan malah menguatkan bahwa motif pembunuhan ini adalah soal harta. Saat korban masih hidup yang menguasai yayasan adalah korban dan keluarganya. Sedangkan Yosef dijatah dan pastinya saat itu perekonomian Mimin Cs sudah sulit sejak tidak menguasai yayasan lagi," kata Taufan kepada TribunnewsBogor.com Sabtu (9/12/2023).

Ketika Yosef sudah ditangkap, Achmad Taufan curiga tentang kondisi ekonomi Mimin Mintarsih dan keluarga.

"Saya curiga pernyataan soal ekonomi Mimin sulit saat Yosef sudah ditangkap, apakah artinya sejak kejadian pembunuhan ekonomi Yosef kembali bagus sampai akhirnya Yosef ditetapkan tersangka dan dana yayasan di blokir semua oleh penyidik ?" katanya.

Pasalnya kata Taufan, Yosef beberapa kali mencairkan dana BOS dari Yayasan Bina Prestasi Nasional.

"Saya juga mendengar bahwa sejak kejadian pembunuhan tersangka Yosef beberapa kali mencairkan dana BOS yang digunakan untuk kepentingan pribadi seperti membayar pengacara dan lain-lain. Untuk itu pernyataan Mimin soal ekonomi sulit ini malahan membuat kami yakin bahwa motif dari pembunuhan ini adalah terkait harta yang didapat dari Yayasan," katanya.

Achmad Taufan juga curiga sebenarnya uang Rp 30 juta merupakan bagian dari skenario Yosef dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Duit Rp 30 juta itu barang bukti, soal gak diambil pada saat kejadian itu kami menaruh curiga ini bagian dari perencanaan para pelaku agar mengaburkan dan menyulitkan kepolisian dalam pendalaman dan pencarian motif," katanya.

Ia juga menjelaskan, uang Rp 30 juta memang tidak diambil Yosef setelah pembunuhan Tuti dan Amel.

Uang tersebut kemudian disita penyidik, kemudian dikembalikan pada Yosef.

"Yang saya tau pada saat kejadian Rp 30 juta tidak diambil, saat sudah jadi barang bukti di Polres Subang atau polsek waktu itu duit Rp 30 juta diserahkan ke Yosef, saat ini duit Rp 30 juta sudah diserahkan kembali ke Penyidik Polda Jabar, nominalnya tepat Rp 30 juta hanya sudah bukan duit saat kejadian, pastinya no serinya sdh beda...itu seingat saya," kata Achmad Taufan pengacara Danu.(*)

(*)

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved