Berita Banyuasin

RSUD Banyuasin Layani Operasi Jantung, Pemkab Banyuasin Gandeng UPGRI Dirikan Fakultas Kedokteran

RSUD Banyuasin mulai melayani operasi jantung, sehingga masyarakat yang akan operasi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke Palembang.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
RSUD Banyuasin mulai melayani operasi jantung, sehingga masyarakat yang akan operasi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke Palembang. Bupati Banyuasin H Askolani Jasi bersama Prof Dr dr Yuwono, Rektor Universitas PGRI Bukman Lian dan Direktur RSUD Banyuasin saat mengecek ruang operasi, Kamis (14/9/20203). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - RSUD Banyuasin mulai melayani operasi jantung, sehingga masyarakat yang akan operasi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke Palembang.

Selain peralatan operasi, saat ini RSUD Banyuasin memiliki dua orang dokter jantung.

Dalam waktu dekat Pemkab Banyuasin menggandeng Universitas PGRI juga bakal mendirikan Fakultas Kedokteran di samping rumah sakit.

Hal ini diungkapkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi didampingi Direktur RSUD Banyuasin dr Ari Pauta, Kamis (14/9/2023). Menurut dr Ari, masyarakat Kabupaten Banyuasin tidak perlu lagi dirujuk ke Palembang untuk operasi jantung. Karena, saat ini RSUD Banyuasin sudah memiliki alat dan ruangan khusus operasi jantung.

"Kami sudah ada MOT atau Modular Operating Theatre. Ini merupakan fungsi penting agar operasi atau penanganan di rumah sakit berjalan dengan lancar. Ruangan dan alat yang tersedia, digunakan untuk kejadian mendesak yang terjadi di rumah sakit, seperti operasi untuk korban kecelakaan dan kasus lainnya," kata Ari.

Baca juga: 10 Tahun Nikah Siri, Samat dan Suryani Warga Banyuasin Lega Bisa Buat Akte Kelahiran Anak

Selain alat untuk operasi jantung dan operasi lainnya, lanjut dr Ar, dinding dan plafond juga dibuat terisolasi panel PUF, EPS atau Stainless Steel.

Selain itu, dilengkapi insulated pintu swing atau sliding, lampu UV untuk mengontrol patogen, lantai bakteriostatik bersudut covings, aliran udara laminar yang menjangkau meja operasi, meja operasi modern, filtrasi tepat pada sistem pendingin udara dan distribusi udara, dan koridor steril.

"Di dalam ruangan MOT juga harus memiliki MGPS atau medical Gas Pipeline System, pendants cahaya berlengan fleksibel, indikator tepat pada surgeon control panel dan panel listrik, scrub station, utilitas pendants lengkap, hingga adanya statis atau dinamis box bersih atau kotor juga perlu diperhatikan standardisasinya," jelasnya.

Sejumlah perlengkapan lain, seperti komponen HVAC atau Heating, Ventilation dan Air-Conditioning yang berguna untuk menyaring udara dari kuman atau zat berbahaya, agar kebersihan udara di ruangan operasi terjaga.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan, adanya peralatan dan juga ruang operasi yang saat ini dimiliki RSUD Banyuasin, sebagai upaya untuk mendukung program Banyuasin Sehat. Sehingga, masyarakat Banyuasin yang akan dioperasi tidak perlu lagi untuk dirujuk ke Palembang.

"Untuk dokter jantung, sudah ada dua orang dan nanti dibantu dari Fakultas Kedokteran PGRI Palembang. Karena, dari Pemkab Banyuasin sudah bekerjasama dengan Universitas PGRI Palembang untuk pembuatan Fakultas Kedokteran di dekat RSUD Banyuasin," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved