Istri Dibunuh Suami di Bekasi

Alasan Polisi Setop Laporan KDRT Mega Suryani Sebelum Dibunuh Suaminya Padahal Sudah Banyak Bukti

Polisi justru menghentikan laporan Mega Suryani Dewi, meski sudah mengumpulkan bukti-bukti KDRT dari suaminya. Hanya karena pelaku menyangkal

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Facebook MSD/(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
(kiri) Mega Suryani Dewi ibu muda dibunuh suami dan (kanan) Nando (25) tersangka yang membunuh istrinya sendiri berinisial MSD (24) dihadirkan dalam sesi konferensi pers di Polsek Cikarang Barat, Senin (11/9/2023). Polisi justru menghentikan laporan Mega Suryani Dewi, meski sudah mengumpulkan bukti-bukti KDRT dari suaminya. Hanya karena pelaku menyangkal 

TRIBUNSUMSEL.COM- Sebelum tewas dibunuh suaminya, Mega Suryani Dewi sempat melaporkan kasus KDRT kepada polisi.

Sayangnya, polisi justru menghentikan laporan Mega Suryani Dewi meski sudah mengumpulkan bukti-bukti KDRT dari suaminya.

Mega pun harus meregang nyawa di tangan sang suami, Nando pada Kamis, (7/9/2023) malam di rumah kontrakannya di Jalan Cikedokan, RT01/RW04, Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi.

Baca juga: Alasan Suami Bunuh Istri di Depan Anak-Anaknya, Korban Sering Minta Cerai Hingga Laporkan Kasus KDRT

Adapun jasad Mega ditemukan pada Sabtu (9/9/2023) oleh ibu kandungnya sendiri.

Kini, keluarga Mega menyayangkan tindakan polisi yang dinilai lambat menangani kasus KDRT yang dialami korban.

Pasalnya, Mega Suryani memang sering mendapat perlakuakn kasar dari Nando.

Adapun alasan polisi, lantaran laporan KDRT tersebut disangkal oleh pelaku.

Hingga akhirnya laporan tersebut disetop oleh polisi.

"Cuma dari pihak pelaku menyangkal dan (polisi) memutuskan buat disetop," ujar Deden kakak dari Mega, dilansir dari Tribunjakarta.com Senin (11/9/2023).

Baca juga: Curhat Terakhir Mega Suryani Dewi Sebelum Tewas di Tangan Nando Suaminya, Aku Hanya Ingin Bahagia

Deden mengungkap penyesalanya soal nando yang bebas dari jerat hukum hingga akhirnya membuat nyawa sang adik melayang.

Padahal, kata Deden Mega sudah melakukan visum.

Bukti-bukti tersebut dikumpulkan korban diam-diam selama tiga tahun terakhir.

Seiring berjalannya waktu, kata Deden, polisi kemudian mengonfirmasi laporan tersebut kepada pasutri tersebut, apakah ingin diteruskan atau menempuh jalur damai.

Pemilik kontrakan akhirnya bongkar tabiat Nando sebelum bunuh Istri.
Pemilik kontrakan akhirnya bongkar tabiat Nando sebelum bunuh Istri. (Youtube iNews)

Menurut Deden, ketika itu, hanya Nando lah yang menginginkan kasus tersebut dihentikan.

Kala itu, Nando menyatakan bahwa ia dan korban sudah kembali tinggal satu rumah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved