Berita Palembang

Gerindra Disebut Berpeluang Besar di Pilgub Sumsel 2023, Pengamat Sorot ESP Hingga Mawardi Yahya

Gerindra Disebut Berpeluang Besar di Pilgub Sumsel 2023, Pengamat Sorot Eddy Santana Putra Hingga Mawardi Yahya

Kolase Tribun Sumsel
Eddy Santana Putra Hingga Mawardi Yahya yang merupakan Kader Partai Gerindra disorot pengamat terkait peluang maju di Pilgub Sumsel 2024 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin mengungkapkan, partai Gerindra memiliki peluang besar dalam mengusung Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024 mendatang. 

Diketahui, sudah ada tiga nama dari Partai Gerinda yang santer disebut berpeluang maju Pilgub Sumsel 2024 yakni Wakil Gubernur Sumsel saat ini Mawardi Yahya, mantan Walikota Palembang yang saat ini duduk di DPR RI Eddy Santana Putra (ESP) hingga mantan Bupati Lahat sekarang duduk di DPRD Sumsel Saifudin Aswari Rivai.

"Peluang Gerindra dalam kontestasi Gubernur saya pikir cukup besar. Apalagi jika melihat komposisi kursi DPRD Provinsi hasil pemilu 2019 yang lalu, Gerindra masuk papan atas atau tiga besar, " kata Husni, Selasa (22/8/2023).

Baca juga: Gerindra Punya 3 Kader Bakal Calon Gubernur Sumsel 2024, Ungkap Peluang di Pilgub Sumsel 2024

Menurut Husni, dengan adanya tokoh- tokoh sentral di Gerindra, maka partai besutan Prabowo Subianto itu tidak akan kesulitan untuk memajukan kader terbaiknya. 

"Secara ketokohan, nama-nama besar yang ada di Gerindra juga cukup menjual. Sekarang semuanya terpulang pada nyali, dan kematangan perhitungan dari partai, apakah akan memajukan calonnya sendiri atau tidak, " ucapnya. 

Diungkapkan Husni, pastinya dengan melihat hasil Pileg dan Pilpres nanti, partai Gerindra yang satu komando setiap putusannya dari DPP, akan ditunggu semua pihak untuk putusan di Pilgub, termasuk Gubernur Herman Deru saat ini. 

"Nah, jika Gerindra berani memajukan calonnya sendiri, jelas akan menjadi ancaman yang cukup serius bagi Herman Deru. Apalagi nama-nama seperti Eddy Santan Putra (ESP) dan Mawardi Yahya (MY) selama ini dikenal berada pada pihak Herman Deru, " paparnya. 

Ditambahkan Husni, sosok ESP sendiri misalnya, secara terang-terangan mendukung Herman Deru dalam pilgub sumsel 2018 yang lalu, sedangkan MY sendiri adalah pasangan HD saat ini. 

"Artinya, jika terjadi salah satu dari mereka maju, jelas akan cukup merepotkan Herman Deru. Setidaknya akan merubah konstelasi dukungan, dan HD harus segera melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi ancaman ini, " pesannya. 

Diberitakan sebelumnya, meski saat ini partai Gerindra Sumsel fokus memenangkan Prabowo Subianto di Pilpes dan memangkan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Pastinya partai Gerindra memiliki kader yang berkesempatan untuk diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel kedepan. 

Beberapa nama diantaranya Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, mantan Walikota Palembang yang saat ini duduk di DPR RI Eddy Santana Putra (ESP), hingga mantan Bupati Lahat sekarang duduk di DPRD Sumsel Saifudin Aswari Rivai.

Menurut ketua DPD Partai Gerindra Sumsel Kartika Sandra Desi, partainya akan lebih dahulu berjuang di Pilpres dan Pileg yang sudah didepan mata. Mengingat hasil Pileg nanti akan menentukan arah partai Gerindra dalam mengusung kadernya sendiri di setiap Pilkada.

"Soal Pilkada, pokoknya tugas kami menenangkan Prabowo dahulu dan partai menang, segala- galanya, menang baru kita bicara Pilkada, " kata Kartika Sandra Desi. 

Cici sapaan akrab Kartika, soal nama- nama yang berpeluang berkontestasi di Pilgub, pastinya Gerindra memiliki kader yang siap dimajukan. 

"Segala kemungkinan ada, Aswari ada, Mawardi ada, Eddy Santana ada. Semua kader Gerindra banyak yang punya kualitas, untuk jadi kepala daerah, " paparnya. 

Ditambahkan Cici yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel, dalam pengusung bakal calon kepala daerah, pastinya Gerindra memiliki mekanisme sendiri dan keputusan akhir ada di DPP Gerindra

"Pertimbangan mengusung banyak faktorlah, apakah kita bisa berdiri sendiri, kedua yang memutuskan kepala daerah itu DPP. Artinya ditangan DPP, tentunya dengan masukan dan usulan dari bawah, " terangnya. 

Disisi lain dalam kesiapan Pileg di Sumsel, diakui Cici partainya telah menyusun para bacaleg di setiap tingkatan, dan diharapkan minimal mempertahankan perolehan kursi yang didapat selama ini. 

"Kami mengurusi penyusunan dan bacaleg koordinasi dengan DPP, mencari simulasi yang terbaik agar kursi itu bertambah minimal bertahan, yang belum pimpinan bisa dapat pimpinan," tandasnya. 

Ditambahkan Cici, meski sudah keluar DCS (Daftar Caleg Sementara) oleh KPU, namun bisa saja nanti berubah saat DCT. 

"Memang DCS sekarang sudah maksimal meski tetap terbuka perubahan, beberapa DCS masih banyak mempertimbangkan banyak yang masuk dan mundur untuk di daerah. Sedangkan kalau di Sumsel sudah fix, meski ada perubahan satu di kota Palembang terkait masalah perbaikannya penambahan perempuan, "ungkapnya.

Dilanjutkan Cici, selain dirinya yang 'naik kelas' dari DPRD Sumsel maju ke DPR RI, ada beberapa kader Gerindra yang saat ini duduk DPRD Kabupaten kota nyalon DPRD Sumsel. 

"Seperti Abdullah Taufik maju DPRD Sumsel, selain itu ada dari anggota DPRD OKU Timur juga maju ke provinsi, jadi banyak yang naik. Tapi InsyaAllah sudah koordinasi DPC dan DPD merupakan formasi terbaik, " tukasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved