Berita Lubuklinggau

Idap Diabetes, Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Dikhawatirkan Lama Sembuh, Mata Kanan Hancur

Idap Diabetes, Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Dikhawatirkan Lama Sembuh, Mata Kanan Hancur

|
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribun Bengkulu
Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Idap Diabetes Sehingga Lukanya Dikhawatirkan Lama Sembuh 

Ikhlas Buta 

Sebelumnya, Zaharman mengaku tidak menyimpan dendam ke orang tua siswa yang sudah menyerang matanya dengan ketapel. 

Kondisi ini dianggap Zaharman sebagai takdir yang memang harus dijalaninya sehingga menurutnya harus dijalani dengan hati ikhlas. 

"Bapak (tidak ada dendam) no komen, dia mengatakan sudah takdir," ujar Mubdi.

Berbanding terbalik dengan Zaharman, keluarganya sangat berharap keadilan dengan hukuman berat terhadap pelaku. 

Apalagi perbuatan pelaku sudah membuat mata kanan Zaharman buta permanen sehingga rasa ikhlas saja dirasa tak akan cukup membayar derita tersebut.

"Proses Hukum Tetap Jalan, kemarin yang melaporkan adalah pihak sekolah dengan PGRI Rejang Lebong, kami keluarga belum ada sama sekali melapor ke Polisi. Yang melaporkan pihak sekolah dibantu pihak PGRI (Rejang Lebong)," ungkapnya.

Mubdi mengatakan sudah mendengar bahwa pelaku penganiayaan ayahnya saat ini sudah menyerahkan diri Sabtu (5/8/2023) malam ke Polisi.

"Karena sudah ditangkap, kami (pihak keluarga) paling menyiapkan pengacara untuk proses selanjutnya, kalau kami ingin proses ajalah sesuai dengan hukum berlaku atas perbuatan dan tindakan pelaku itu," ujarnya.

Walau pun, Mubdi mengaku pihak keluarga tidak mempunyai rasa dendam sama sekali, hanya saja pihaknya sebagai anak dan keluarga melihat ayahnya cacat seumur hidup.

"Kalau luka jahitan taroklah bisa sembuh, patah bisa diobati, kalau mata? Kalau pelaku mau donor matanya tidak apa-apa," ungkapnya.

Kronologi Versi Zaharman

Berdasarkan informasi beredar, kejadian bermula saat korban yakni Zaharman selaku guru olahraga menegur atau menindak muridnya yang sedang merokok di belakang sekolah dan saat jam sekolah.

Saat itu, seusai ditindak sang murid berinisial PDM (16) lantas berlari dan pulang ke rumahnya memanggil orangtua.

Mendapati pengaduan dari sang anak, orangtuanya yakni Ar alias AJ (45) langsung mendatangi sekolah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved