Berita Lubuklinggau

Idap Diabetes, Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Dikhawatirkan Lama Sembuh, Mata Kanan Hancur

Idap Diabetes, Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Dikhawatirkan Lama Sembuh, Mata Kanan Hancur

|
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribun Bengkulu
Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Idap Diabetes Sehingga Lukanya Dikhawatirkan Lama Sembuh 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kondisi terkini Zaharman (58) guru Bengkulu yang diketapel orang tua siswa diungkap sang anak, Mubdi.

Ternyata Zaharman mengidap diabetes yang dikhawatirkan keluarga akan membuat penyembuhan lukanya lambat. 

Ditambah lagi Zaharman sering merasa pusing pasca mata kanannya pecah akibat diketapel orang tua siswa. 

"Sekarang ibaratnya pemulihan luka, kepalanya sedang pusing karena mata itu langsung ke otak saraf," ujar Mubdi kepada Tribunsumsel.com, Minggu (6/8/2023).

Baca juga: Sudah Ikhlas, Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Pasrah Matanya Buta, Anak Minta Pelaku Dihukum

Lanjut dikatakan, dokter RS AR Bunda Lubuklinggau sudah diperbolehkan pulang ke rumah, Senin (7/8/2023) sore. 

Meski demikian, Zaharman masih dalam pengawasan dokter usai menjalani operasi mata kanannya yang hancur.

"Ayah ada diabetes, mungkin agak lama sembuh luka seperti ini dan sekarang masih di rawat di Ar Bunda, tapi kata dokternya besok sudah bisa pulang bila tidak ada halangan Senin (7/8/2023) besok," ungkapnya.

Keluarga Pelaku Sudah Datang Berkunjung

Mubdi mengungkapkan bila keluarga pelaku sudah datang berkunjung, keluarganya itu kebetulan kenal karena pernah menjadi murid ayahnya.

"Jenguk (keluarga pelaku) tidak ada maksud apa-apa karena dia itu pernah murid ayah, ibaratnya sudah kenal lama juga," ungkapnya.

Dia mengungkapkan pihak keluarganya itu mengaku murni menjenguk dan dia datang seorang diri ke rumah sakit.

"Datang hanya menyampaikan bela sungkawa, tidak ikut campur," ujarnya.

Aj wali murid, tersangka penganiayaan guru SMA di Rejang Lebong menyerahkan diri (tengah kaos merah) ke polisi dengan diantar keluarga, Sabtu malam (5/8/2023) di Mapolres Rejang Lebong.
Aj wali murid, tersangka penganiayaan guru SMA di Rejang Lebong menyerahkan diri (tengah kaos merah) ke polisi dengan diantar keluarga, Sabtu malam (5/8/2023) di Mapolres Rejang Lebong. (M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com)

Rumah Zaharman dan Rumah Pelaku hanya berjarak 150 Meter.

Mubdi juga menyebut bila rumah pelaku dengan sekolah hanya berjarak 500 meter. Sedangkan rumah pelaku dengan rumah mereka (ayahnya) hanya berjarak 150 meter.

"Memang dekat sekolah. Kami hanya beda gang, masih satu dusun hanya beda gang saja, " tambahnya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved