Breaking News

Berita Palembang

Tampang Ayah Tiri di Palembang Rampok Anak, Kepala Dipukul Batu, Polisi Ungkap Siasatnya

Siasat ayah tiri  yang merampok anaknya  di Jalan Maritim Lorong Jambu Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang, Palembang

Dokumentasi Polisi
Tersangka Mu'min tersangka perampokan terhadap anak tiri di Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi telah menangkap ayah tiri  yang merampok anaknya  di Jalan Maritim Lorong Jambu Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang, Palembang, pada 11 April 2023 lalu.

Pelaku yang bernama Mu'min (41) diamankan Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang saat berada di Pelabuhan Bakauheni ketika hendak menyeberang ke Jakarta.

Saat itu pelaku turut mengajak istrinya yang merupakan ibu korban usai merampok anak tirinya.

Sebelumnya sang istri ia tinggal di hotel, dan merampok anak tirinya Mariza alias Zaza (26) tanpa sepengetahuan sang istri. 

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah mengatakan, dari pengakuan tersangka saat kejadian ia tengah mengajak istrinya yang merupakan ibu kandung korban untuk membeli makanan. 

Usai membeli makan selanjutnya tersangka Mu'min menjalankan siasatnya dengan mengajak istrinya menginap di hotel. 

"Tersangka pergi ke hotel dengan ibu korban lalu meninggalkan istrinya itu karena bilang mau cari makanan. Tapi ternyata tersangka justru berbohong dan menuju rumah korban, " ujar Haris, Selasa (25/4/2023). 

Tersangka yang sudah tidak satu rumah dengan korban mendatangi rumah korban untuk merampok.

Mulanya tersangka mengira jika korban tidak ada di rumah. 

"Tapi ternyata korban ada di dalam rumah. Pelaku masuk ke halaman rumah korban kemudian pelaku menurunkan meteran listrik agar aksinya tidak terekam kamera CCTV rumah korban," ungkapnya. 

Lalu pelaku mencongkel pintu depan rumah korban

Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku melihat korban berada didalam kamar lalu pelaku memukul kepala korban dengan batu. 

"Pelaku memukul kepala korban dengan batu, dan mengancam meminta barang-barang korban, " katanya. 

Pelaku mengancam korban untuk dibukakan brankas, kemudian setelah mengambil barang-barang pelaku mengunci korban di dalam kamar. 

"Pelaku kabur dengan membawa mobil korban, setelah menguras barang-barang korban seperti berupa 2 (dua) buah Iphone 14 promax dan Iphone 14 Pro, dan mengancam pelaku utk membuka brangkas yang isinya perhiasan Emas ( kalung dan cincin emas putih ), jam tangan Gucci dan satu buah BPKB mobil HRV kemudian meminta kunci mobil HRV, " tuturnya. 

Korban keluar rumah dengan mendobrak pintu kamar dan meminta bantuan tetangga, lalu ia dirawat di RS Siloam. 

Sementara pelaku ditahan di rutan Polrestabes Palembang.

 

Awal Kecurigaan  Terhadap Pelaku 

 

Reza Karfiansyah (20) adik korban perampokan anak tiri Perumahan Multi Raya Residence  mengaku sejak awal mencurigai Mu'Min Afrian (41) merupakan pelaku dari tindak penganiayaan dan perampokan terhadap kakaknya Mariza Zulfiani (26) warga 

Kecurigaan itu karena Reza kerap mendengar  pelaku sering mengancam mematikan listrik rumah jika ada orang bermasalah dengannya.

"Jadi waktu itu saya dapat kabar jam 14.30 bahwa kakak saya ini dapat musibah di rampok dan dipukul," ujarnya.

Setelah Reza pulang, dan melihat kakak nya sedang mendapat perawatan di rumah sakit dia menelepon ayah tirinya namun tidak di angkat.

"Di situ saya curiga dengan ayah tiri saya ini karena pas kejadian dia ngga angkat telepon dan saya ingat bahwa dia sering mengancam orang yang buat masalah dengan dia akan mematikan listrik," bebernya.

Semua hal yang diceritakan oleh ayah tirinya kepada Reza ternyata benar dialami oleh kakaknya sendiri.

Lebih lanjut Reza menerangkan bahwa selama kurang lebih dua tahun menjadi suami ibunya, pekerjaan sehari-hari dari Mu'Min merupakan driver ojek online.

Tak hanya itu di mata anak-anak tirinya tersebut Mu'Min dikenal sebagai orang yang pendiam, dan masa bodoh.

Dia kerap datang ke lokasi kejadian hanya untuk menghantarkan makanan dan pulang tanpa adanya komunikasi.

Namun dikatakan Reza, kendatipun seperti itu ayah tirinya masih sering untuk pergi ke masjid.

"Pernah dia itu adu mulut sama kakak saya tapi ngga sering. Terus dia ngancem-ngancem mantan suami ibu saya juga mungkin karena cemburu soalnya ayah kandung saya kadang masih komunikasi," tambahnya.

Dari hal tersebut akhirnya Reza melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian agar segera menangkap ayah tirinya.

"Kami juga buat broadcast ke showroom-showroom untuk jangan menerima mobil yang dijual oleh ayah saya ini karena ayah tiri saya ini mencurinya," tambahnya.

Dengan adanya pesan terusan atau broadcast tersebut, pada saat ayah tirinya membawa mobil curian itu ke showroom mereka tak ada yang mau membeli.

"Karena tidak ada yang membeli, dia titipkan mobil itu ke parkiran Mall dan kembali ke hotel untuk menemui ibu saya dengan menggunakan mobil rentalannya," ungkapnya.

Bukan hanya mobil, ternya Mu'Min juga telah menjual perhiasan hasil rampokannya.

Namun sekarang emas tersebut sudah diamankan oleh anggota kepolisian.

Melihat mobil curian tak kunjung ada pembeli lantas membuat Mu'Min untuk membawa istrinya pergi ke Jakarta dengan alasan menemui sanak saudaranya di sana.

Namun belum sampai ke Jakarta, Mu'in ditangkap saat berada di pelabuhan dan saat ini dia ditahan di Polrestabes Palembang.

Namun untuk kondisi korban, Mariza saat ini masih dalam keadaan trauma dan enggan untuk kembali ke rumah tersebut.

Pada saat lakukan pantauan di lapangan, lokasi kejadian memanglah tampak sepi kendatipun hari masih pagi dan siang. 

Tak hanya itu, di komplek ini juga belum banyak di tempati oleh warga. Karena tampak bahwa di depan lokasi kejadian masih rumput ilalang.

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved