Berita Nasional

Sederet Tokoh Publik Dukung Bima Usai Dilaporkan ke Polisi Imbas Kritik Lampung, Sorot Intimidasi

Sederet tokoh publik yang mendukung Bima Yudho setelah dilaporkan polisi karena mengkritik Lampung.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
tiktok/awbimaxreborn
Kasus Tiktoker Bima Yudho ke polisi usai kritik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendapat dukungan dari para tokoh publik di Tanah Air. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Aggi Suzatri

TRIBUNSUMSEL.COM- Sederet tokoh publik mendukung Bima Yudho yang sempat dipolisikan karena lantang mengkritik infrastruktur dan jalan rusak di Lampung.

Dukungan itu tak lepas setelah orang tua Bima Yudho disebut telah mengalami intimidasi setelah kritikan terhadap Lampung viral di sosial media.

Kasus tersebut menjadi viral setelah Bima Yudho Saputro dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian di dalam unggahan kontennya di Tiktoknya.

Baca juga: Reaksi Keluarga Bima Yudho Usai Kasus Dihentikan Polda Lampung : Kami Tidak Khawatir Lagi

Keluarga Bima Yudho bakal menyiapkan pengacara untuk menghadapi konsekuensi viralnya konten Bima kritik Lampung.
Keluarga Bima Yudho bakal menyiapkan pengacara untuk menghadapi konsekuensi viralnya konten Bima kritik Lampung. (TikTok@awbimaxreborn)

Sejumlah pesohor tanah air mulai dari politikus hingga publik figur pun turut bersuara bak pasang badan mendukung aksi Bima Yudho bebas menyampaikan kritik.

Seperti yang diunggah akun Tiktok @Tangkapkoruptor, membagikan cuplikan dukungan dari Mahfud MD, Hotman Paris, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, hingga masih banyak lagi.

Mahfud MD

Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan dalam kasus pelaporan Bima Yudho meminta orangtuanya tidak diintimidasi.

Adapun Mahfud MD menyebut kasus diproses tapi bisa ditutup jika tidak cukup bukti, bisa lanjut ke pidana, dan bisa diselesaikan dengan restorative justice jika menyangkut fitnah dan pencemaran nama baik.

Mahfud MD Panggil Aparat Penegak Hukum yang Terbukti Intimidasi Bima, Sebut Punya Hak Mengkritik
Mahfud MD Panggil Aparat Penegak Hukum yang Terbukti Intimidasi Bima, Sebut Punya Hak Mengkritik (Kolase Tribunsumsel.com)

Kasusnya, kata dia, bisa diselesaikan dengan penghentian perkara karena pemberian maaf atas fitnah dan pencemaran nama baik.

"Intimidasi kepada orang tua Bima tak boleh dilakukan karena Bima adalah subyek hukum yang harus bertanggungjawab sendiri. Harus dipisahkan antara Bima dan orang tuanya sebagai entitas subyek hukum," sambung dia.

Terbaru, Tim utusan Menkopolhukam Mahfud MD akhirnya mendatangi kediaman Tiktoker Bima di Desa Ratna Daya, Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur pada, Senin (17/4/2023).

Diketahui, kedatangan utusan Menkopolhukam tersebut untuk memastikan tidak adanya intimidasi maupun intervensi terhadap Bima maupun keluarganya.

Hotman Paris

Kasus yang menimpa Bima, tiktoker dengan akun @Awbimaxreborn membuat Hotman Paris turun tangan.

Hotman Paris Hutapea bakal membantu Bima yang dilaporkan ke polisi usai mengkritik provinsi Lampung.

Hal ini disampaikan Hotman Paris dalam unggahan Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, Sabtu (15/4/2023).

Baca juga: Hotman Paris Siap Bantu Bima Yudho, Tiktoker yang Dilaporkan Polisi Karena Kritik Provinsi Lampung

Hotman Paris Siap Bantu Bima Yudho, Tiktoker yang Dilaporkan Polisi Karena Kritik Provinsi Lampung
Hotman Paris Siap Bantu Bima Yudho, Tiktoker yang Dilaporkan Polisi Karena Kritik Provinsi Lampung (Kolase Tribunsumsel.com/@awbima/@hotmanparisofficial)

Hotman Paris menyinggung soal Bupati Lampung Timur lantaran telah menyeret orang tua Bima dalam kasus tersebut.

Pasalnya, ayah Bima dipanggil oleh pihak kepolisan dan Bupati Lampung Timur usai sang Tiktoker kritik Lampung.

"Halo Bima, anak Lampung. Banyak bener orang dm dan WhatsApp saya ‘ada apa si Bima masalah apa dengan Bupati’ DM saya kalo memang ada masalah, jangan takut, DM saya," ungkap Hotman Paris.

Untuk itu, Hotman siap turun tangan dan meminta sang Tiktoker untuk tidak takut dalam menghadapi kasus tersebut.

"Jangan takut, hidup hanya sekali. Liat tuh musuh-musuh gua, gua senyum. Tapi gua lawan kalo memang, kalau boleh lawan semua dengan prestasi," tegas Hotman.

Baca juga: Dirjen HAM Sorot Bima Yudho Dipolisikan Imbas Kritik Lampung, Tegaskan Soal Kebebasan Berpendapat

Ahmad Sahroni

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni akhirnya menanggapi terkait Tiktoker Bima yang dilaporkan usai mengkritik Provinsi Lampung.

Hal ini disampaikan Ahmad Sahroni dalam unggahan Instagramnya @ahmadsahroni88, Sabtu (15/4/2023) terkait Tiktoker Bima yang dilaporkan ke pihak kepolisian usai mengkritik daerahnya, Lampung karena sulit untuk maju.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni akhirnya menanggapi terkait Tiktoker Bima yang dilaporkan usai mengkritik Provinsi Lampung.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni akhirnya menanggapi terkait Tiktoker Bima yang dilaporkan usai mengkritik Provinsi Lampung. (Ig/@ahmadsahroni88)

Dalam unggahannya, Ahmad Sahroni menyoroti Bima yang menangis karena orang tua merasa terancam beberapa oknum Pemerintah Provinsi Lampung hingga pihak kepolisian setempat buntut kritik Lampung.

Untuk itu, Ahmad Sahroni mendukung Bima untuk melanjutkan karena menurutnya layak untuk kritik daerahnya untuk membangun lebih baik.

"Lanjutkan Bim.... Anda Layak Kritik untuk membangun," tulisnya

Kantor Staf Presiden (KSP)

Diberitakan sebelumnya, pihak Istana mengatakan apa yang disampaikan Bima Yudho, Tiktoker asal Lampung merupakan sebuah kritik ketimbang memandangnya sebagai penghinaan.

Terlebih setelah dikroscek langsung, kritikan Bima terhadap kondisi jalanan di Provinsi Lampung ternyata fakta yang memang terjadi di lapangan.

Baca juga: Pihak Istana Buka Suara Soal Kritik Bima Yudho Pada Provinsi Lampung, Ternyata Fakta di Lapangan

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Joanes Joko dalam tayangan Kompas TV, Senin (17/4/2023).

"Karena memang faktanya kita lihat, dan saya sudah melakukan kroscek dengan teman-teman jaringan masyarakat sipil di Lampung, apa yang disampaikan Bima itu memang fakta yang ada," kata Joanes.

Pihak Istana Buka Suara Soal Kritik Bima Yudho Pada Provinsi Lampung, Ternyata Fakta di Lapangan
Pihak Istana Buka Suara Soal Kritik Bima Yudho Pada Provinsi Lampung, Ternyata Fakta di Lapangan (Youtube Kompas TV - TikTok@awbimaxreborn)

Joanes menyatakan pihak KSP atas perintah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pihak Istana terbuka atas masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat.

Pasalnya berangkat dari kritik dan masukan tersebut, pembangunan Indonesia era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat berjalan.

Sebaliknya, jika tanpa kritik dan masukan masyarakat, maka justru pembangunan Indonesia tak bisa dicapai maksimal.

"Maka kita sebenarnya dari Kantor Staf Presiden, atas perintah Pak Moeldoko sudah jelas. Kalau KSP saat ini apapun masyarakat memberi masukan kritik dibuka seluas-luasnya," ungkapnya.

Respon Gubernur Lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membantah keras dirinya disebut mengintimidasi keluarga Tiktoker Bima Yudho.

Arinal bahkan berani bersumpah dan menantang kabar beredar itu untuk dibuktikan.

Seperti diketahui, sosok Bima Yudho kini menjadi sorotan usai kontennya yang bertema 'alasan Lampung tak maju-maju' viral di sosial media dan mendapat banyak dukungan publik.

"Demi Tuhan, saya tidak melakukan itu (intimidasi orangtua Bima)," ujar Arinal, dikutip dari Tribun Lampung, Senin (17/4/2023).

Baca juga: Gubernur Lampung Bersumpah Tak Intimidasi Orang Tua Bima, Tantang Minta Bukti: Yang Ngomong Siapa?

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Sebut Orangtua Bima Tak Bisa Didik Anak
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Sebut Orangtua Bima Tak Bisa Didik Anak (Kolase/Tribunnews)

Dikutip dari Kompas TV, Arinal pun meminta bukti bahwa dirinya mengintimidasi orangtua Bima.

"Yang ngomong siapa? Harus ada bukti dong?" ujar Arinal.

Sebelumnya diberitakan, juru bicara keluarga TikToker Bima Yudho Saputro, Bambang Sukoco, mengatakan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sempat berbicara dengan orangtua Bima, pasca video Bima mengkritik pembangunan Lampung viral di media sosial.

Bambang mengatakan, Arinal menyebut bahwa orangtua Bima tidak bisa mendidik anak.

Bambang menjelaskan, pernyataan itu disampaikan Arinal saat orangtua Bima dipanggil oleh Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi.

Panggilan tersebut dilakukan karena Azwar ditelepon oleh Gubernur Lampung.

“Jadi orangtua Bima kemarin singkatnya dipanggil oleh Wakil Bupati Lampung Timur.

Baca juga: BREAKING NEWS : Penyelidikan Kasus Bima Yudho Dihentikan Polda Lampung

Saat dipanggil inilah kemudian informasi yang disampaikan orangtua Bima ke kami, Gubernur Lampung menelepon Pak Wakil Bupati dan orangtua Bima, dan ada miskomunikasi di situ,” kata Bambang dalam Kompas Petang, Sabtu (15/4/2023).

"Dan mungkin ada sedikit kata-kata yang mungkin menurut saya kurang bijak yang dikeluarkan oleh Bapak Gubernur, salah satunya, ‘tidak bisa mendidik anak’,” sambung dia.

Kini, yang terbaru Ditreskrimsus Polda Lampung resmi menghentikan proses penyelidikan terhadap Tiktoker Bima Yudho Saputro, Selasa (18/4/2023).

Bukan tanpa sebab, Ditreskrimsus Polda Lampung menghentikan kasus atas Bima karena tak ditemukan unsur pidana terhadap laporan tersebut.

Hal tersebut diutarakan oleh Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Donny Arief Praptomo.

Kombes Pol Donny Arief Praptomo mengatakan, bahwa tidak terdapat unsur pidana terhadap laporan yang dilayangkan terhadap pemilik akun Tiktok Awbimaxreborn tersebut.

Baca berita lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved