Ajudan Pribadi Ditangkap Kasus Penipuan

Pekerjaan Ajudan Pribadi Sebelum jadi Selebgram hingga Tipu Teman Rp1,3 Miliar, Dulu Tukang Pijit

Pria bernama lengkap Akbar Pera Baharudin itu mengaku hidupnya berubah setelah direkrut bos kaya karena kejujurannya, dilansir saat menjadi bintang ta

Editor: Weni Wahyuny
Instagram/ajudan_pribadi/KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI
Pekerjaan Ajudan Pribadi sebelum jadi selebgram. Dulu merupakan kuli hingga tukang pijit 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pekerjaan Ajudan Pribadi sebelum menjadi seorang selebgram ternyata merupakan seorang kuli.

Hal tersebut disampaikannya saat tengah viral jauh sebelum ditangkap polisi karena kasus penipuan dan penggelapan uang.

Pria bernama lengkap Akbar Pera Baharudin itu mengaku hidupnya berubah setelah direkrut bos kaya karena kejujurannya, dilansir saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Cagur tiga tahun silam.

Semua bermula saat ia berjualan kacang di dekat sebuah lapangan golf di Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Profil Rizky Dewi Amalia, Istri Ajudan Pribadi Diduga Tak Tahu Sang Suami Lakukan Penipuan Rp 1,3 M

Tak hanya berjualan kacang, dia kerap diminta memijat orang-orang kaya setelah bermain golf.

Seiring waktu, karena keterampilannya memijat inilah, Akbar bertemu Andi Rukman Karumpa yang kelak menjadi bosnya.

"Dia bilang, 'Enak juga kamu'. Kemudian dia ngomong 'Nomor kamu berapa'. Aku kasih tukeran nomor HP sama bos yang dipijit itu," tutur Akbar.

Baca juga: Kisah Ajudan Pribadi Dulu Kerja Keras Untuk Kaya Raya, Kini Ditangkap Tipu Teman Dekat Rp 1.3 Miliar

Tak berselang lama, si bos itu membawanya ke Jakarta, sekitar 2017. Namun, Akbar tidak langsung menjadi ajudan pribadi.

Mula-mula dia jadi tukang bersih-bersih, lebih-lebih saat itu si bos masih punya ajudan pribadi.

Namun, belakangan ia direkrut sebagai ajudan pribadi karena dinilai memiliki kejujuran oleh bos.

"Karena saya dites, saya disuruh beli rokok, duitnya saya kasih kembali," ucap Ajudan Pribadi.

Baca juga: Kronologi Ajudan Pribadi Lakukan Penipuan Rp 1,3 Miliar, Ternyata Terkait Jual Beli Mobil Mewah

Denny Cagur yang mendengar ucapan tersebut langsung merespons, "Berarti satu yang bisa kita ambil, adalah kejujuran."

"Berarti kejujuran yang lu pegang dari dulu," tanya Denny Cagur.

"Biarpun kita S1, S2, punya S3, kalau tidak jujur sama saja kita enggak dipakai sama orang," sahut Ajudan Pribadi.

"Luar biasa," timpal Denny Cagur memuji.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved