Harga Karet Sumsel Hari Ini

Harga Karet Sumsel Tahun 2023 Masih Murah, Petani di Banyuasin: Harga Menyakitkan Hati

Harga Karet Sumsel hingga tahun 2023 masih rendah dikeluhkan petani di Banyuasin. Harga Karet paling tinggi di tengkulak Rp 8.000 per kg.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDI
Sarbu, Petani Karet di Banyuasin sedang menyadap karet, Jumat (3/2/2923). Harga Karet Sumsel Tahun 2023 Masih Murah dikeluhkan petani 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Harga Karet Sumsel hingga tahun 2023 masih rendah.

Harga karet yang rendah, Ditambah  kondisi cuaca yang  sering hujan, membuat petani karet tak bisa berbuat banyak.

Petani karet asal Desa Menten Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin mengaku harga karet yang tak bersahabat membuat petani makin sulit. 

Harga karet di Banyuasin Sumsel hingga kini paling tinggi di tengkulak Rp 8.000 per kg.

Itu untuk karet yang sudah dikeringkan dengan menunggu beberapa hari.

Sedangkan, untuk karet basah yang langsung dibawa dari kebun harganya akan lebih murah lagi.

"Kalau langsung dari kebun dibawa ke tengkulang, itu harganya paling tinggi Rp 6.500 perkg. Serba salah sekarang, tidak di sadap tidak makan. Di sadap, harganya menyakitkan hati. Hasilnya, untuk makan saja tidak cukup," ujarnya ketika ditemui, Jumat (3/2/2023).

Terlebih ketika hujan turun, terkadang tempat-tempat penampungan getah karet terisi dengan hujan.

Ketika seperti ini, maka tidak ada memperoleh hasil. Lantaran, getah karet yang baru tertampung tidak bisa mengeras karena tercampur air hujan.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Sarbu sangat terasa kesulitan ekonomi keluarga.

Karena, di Desa Menten memang sebagian besar penduduknya hanya berharap untuk hidup dari karet. 

Baca juga: Tol Lubuklinggau Bengkulu Masuk Prioritas Proyek Strategis Nasional, Pengerjaan Tahun 2024

Mau tidak mau, meski harga murah petani karet akan tetap melakukan penyadapan karet. Bila tidak menyadap, dipastikan keluarga tidak bisa makan.

"Berharapnya, harga karet normal lagi seperti dulu. Perkilonya bisa Rp 10 ribu atau Rp 11 ribu, jadi bisa dapat uang. Kalau sekarang, sehari terkadang hanya dapat Rp 50 ribu. Sama sekali tidak cukup, untuk kebutuhan sehari-hari keluarga saja masih kurang," pungkasnya.
 
 
Baca Berita Lainnya di Grup Whatsapp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved