Berita Nasional

Nasib 2 Remaja Penculik dan Pembunuh Bocah di Makassar untuk Dijual Organnya, Jalani Tes Kejiwaan

Tes Kejiwaan dilakukan terhadap dua remaja di Makassar AD (17) dan MF yang tega menculik lalu membunuh bocah SD untuk dijual organ tubuhnya

Kolase Tribun
Tim penyidik Polrestabes Makassar akan memeriksa kondisi kejiwaan 2 remaja penculik dan pembunuh bocah SD, Kamis (12/1/2023). 

TRIBUNSUMMSEL.COM - Tes Kejiwaan dilakukan terhadap dua remaja di Makassar AD (17) dan MF yang tega menculik lalu membunuh bocah SD untuk dijual organ tubuhnya, Rabu (11/1/2023) siang.

Diketahui, tindak kejahatan berat yang dilakukan AD dan MF menghebohkan publik mengingat usia keduanya masih dibawah umur.

Atas hal tersebut pula, tim penyidik Polrestabes Makassar memutuskan untuk memeriksa kondisi kejiwaan dua remaja tersebut.

Baca juga: Kabar Slamet Rohaya Sekarang, Pasutri Usia Beda 55 Tahun di OKU Masih Ingin Adopsi Anak

AD dan MF menjalani tes psikologi di ruang Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar.

Tes psikologi dilakukan oleh Tim Psikolog Polda Sulsel dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Yah hari ini dari tim sikologi, BAP sikologi Polda Sulawesi Selatan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka didampingi tim P2T P2A," kata Kasih Humas Polrestabes Makassar Kompol Lando KS saat ditemui.

Untuk hasilnya kata dia, akan keluar beberapa hari ke depan dan akan disampaikan ke penyidik.

"Mungkin untuk hasilnya beberapa hari kemudian ahlinya yang tahu apa hasilnya," ujarnya.

Untuk kondisi fisik kedua tersangka AD dan MF, lanjut Lando, masih dalam kondisi sehat.

"Untuk saat ini kedua tersangka dalam kondisi sehat fisik maupun kejiwaan kalau dilihat secara kasat mata yah. Tapi kalau untuk hasil pemeriksaan kejiawaan itu ahlinya yang tahu," bebernya.

AD dan MF ditetapkan tersangka pembunuhan berencana terhadap bocah SD berinisial D.

D ditemukan tewas terbungkus plastik dengan kondisi kaki terikat di bawah jembatan Waduk Nipa-nipa, Kecamatan Moncong Loe, Maros, Selasa kemarin.

Ia dibunuh setelah diculik oleh pelaku AD (17) yang masih duduk di bangku kelas tiga SMA.

Aksi pembunuhan itu dilakukan AD bersama adik kelasnya, FS (14) di rumah AD di Jl Batua Raya 14.

Motif pembunuhan karena AD tergiur uang tawaran penjualan organ tubuh yang diakses melalui situs Organ Sell di mesin pencari asal Rusia, Yandex.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved