Berita Palembang

Harga Karet Sumsel Awal 2023 Makin Anjlok, Kini Dibawah Rp 20 Ribu per Kg, ini Rinciannya

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) awal Januari 2023 semakin anjlok bahkan tak sampai Rp 20 ribu per Kilogram (Kg).

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Alan/Sripoku
Harga karet awal tahun 2023 masih anjlok, Selasa (3/1/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) awal Januari 2023 semakin anjlok bahkan tak sampai Rp 20 ribu per Kilogram (Kg).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada, Selasa (3/1/2023) dibandrol Rp 19.987 per kg.

Harga tersebut turun tipis Rp 28 dibanding harga kemarin, Senin (1/1/2023) yang dibandrol Rp 20.013 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 28 per kg dibandingkan indikasi karet, Senin (2/1/2023) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Selasa (3/1/2023).

Baca juga: Update Harga Karet Sumsel Awal Januari 2023, Masih Belum Beranjak dari Harga Rp 20 Ribuan per Kg

Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 17.988 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 15.989 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 13.990 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.992 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 9.993 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp7.994 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional.

Faktor tersebut yaitu nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Baca juga: Ibu Eny Ternyata Eks Pegawai Kantoran, Viral Wanita Depresi Tinggal di Rumah Mewah Tanpa Listrik-Air

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)

Turunnya harga karet juga karena nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar.

Namun harga karet dunia masih sama dibanding harga kemarin sehingga meski harga karet naik tipis namun secara keseluruhan harga karet dunia tetap anjlok.

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved