Berita Palembang

Update Harga Karet Sumsel Awal Januari 2023, Masih Belum Beranjak dari Harga Rp 20 Ribuan per Kg

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis, Senin (2/1/2023).

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
DOK.TRIBUNSUMSEL.COM
Update update harga karet di Sumsel awal Januari 2023 masih belum bergeser dari angka Rp 20 ribu per kilogram. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis, Senin (2/1/2023).

Turunnya harga karet ini karena nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar tapi sehingga meski harga karet naik tipis namun secara keseluruhan harga karet dunia tetap anjlok.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada, Senin (1/1/2023) dibandrol Rp 20.013 per kg.

Baca juga: Suami Ibu Eny Ternyata Mantan Pejabat, Viral Wanita Depresi Tinggal di Rumah Mewah Tanpa Air-Listrik

Angka tersebut turun Rp 21 dibanding harga akhir pekan lalu, Jumat (30/12/2022) yang dibandrol Rp 20.034 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 21 per kg dibandingkan indikasi karet, Jumat (30/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Senin (1/1/2023).

Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.011 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.010 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.009 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.007 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.006 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp8.005 per kg.

Baca juga: Pengakuan RZ Usai Selingkuh Dengan Mertua, Kini Mengaku Ingin Perbaiki Hubungan Dengan Norma Risma

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional.

Keenam faktor tersebut yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved