Berita Muratara

Pilkades Muratara 2022 Diwarnai Protes Soal Anggaran, DPRD Sarankan Jangan Pukul Rata

Pilkades Muratara 2022 yang akan digelar serentak pada 22 September 2022 di 50 desa di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diwarnai protes soal angg

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL KHOIRIL AMRI
Pilkades Muratara 2022 yang akan digelar serentak pada 22 September 2022 di 50 desa di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diwarnai protes soal anggaran. 

Panitia Pilkades di tingkat desa mengaku pusing karena merasa anggaran Rp 20 juta terlalu minim, terlebih untuk desa yang memiliki pemilih lebih banyak.

"Peninglah, cakmano ngaturnyo 20 juta itu, dak cukup, apolagi mato pemilih di desa kami ini banyak," ungkap panitia Pilkades di salah satu desa di Muratara pada TribunSumsel.com, Jumat (12/8/2022).

Ia mengungkapkan, untuk di desa mereka setelah dihitung-hitung membutuhkan anggaran sebesar Rp 60-an juta.

Mereka berharap ada penambahan anggaran Pilkades karena dianggap tidak mencukupi untuk kesuksesan pelaksanaannya.

"Yo mudah-mudahan ado tambahannyo, kalu idak saro kami, nak minta dengan calon dak boleh, menyalahi aturan," katanya.

Narasumber TribunSumsel.com lainnya mengungkapkan panitia di desa mengancam akan beramai-ramai mengundurkan diri dan menghentikan tahapan bila dana Pilkades tidak ada penambahan.

"Kami minta ada kepastian penambahan anggaran Pilkades, kalau tidak maka seluruh panitia akan mengundurkan diri," tegasnya.

*Ajukan Anggaran Tambahan di APBD Perubahan*

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Muratara, Gusti Rohmani mengakui telah menerima banyak keluhan dari panitia desa mengenai anggaran Pilkades tersebut.

"Iya memang sudah banyak panitia di desa yang protes bahwa anggaran 20 juta itu kurang, tetapi itulah kondisi keuangan daerah kita," kata Gusti yang juga sekretaris panitia Pilkades tingkat kabupaten ini.

Ia berharap panitia di desa tetap bekerja melaksanakan Pilkades ini sampai sukses walaupun minim anggaran.

Sebagai upaya jalan keluar dari kekurangan anggaran tersebut, kata Gusti, mereka telah melakukan rapat koordinasi dengan kesepakatan akan mengajukan penambahan anggaran di APBD Perubahan 2022 ini.

"Kita mengajukan kekurangan itu di APBD Perubahan, mohon doanya semoga yang kita ajukan disetujui, itu upaya kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, panitia desa saat ini sudah bisa mencairkan usulan anggaran secara bertahap kepada pemerintah kecamatan.

"Anggaran 20 juta itu mengambilnya secara bertahap sesuai kebutuhan, tidak bisa sekaligus 20 juta, jadi kami minta silakan bekerja sukseskan Pilkades ini," pinta Gusti.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved