Harga Sawit Sumsel 2022
Update Harga Sawit (TBS) Sumsel Juli 2022, Turun Rp 766 Per kg, Ini Penyebabnya
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli periode I tahun 2022
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Padahal saat ini waktu yang krusial karena musim anak sekolah butuh dana besar dan juga untuk operasional kebun dan juga makan sehari-hari.
Tapi kalau sawit tidak dipanen dan dibiarkan saja di pohon akan membuat buah sawit busuk dan merusak pohon sehingga justru berdampak lebih fatal lagi.
"Bagai buah simalakama, mau panen rugi, tidak dipanen juga rugi sebab merusak pohonnya jadi kami berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi masalah ini agar TBS dan CPO bisa kembali naik harganya," harap Yunus.
Baca juga: Politisi PDIP Marahi Menko Marves Luhut Minta Jangan Buang Badan Soal Anjloknya Harga TBS Sawit
Sementara itu Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto mengatakan kondisi tangki penyimpanan yang penuh sehingga produksi CPO terhambat, menjadi salah satu penyebab.
Penyebab lain harga CPO anjlok karena banyaknya kendala atau persyaratan yang membuat perusahaan tidak dapat atau terlambat melakukan ekspor.
Untuk mendongkrak harga TBS tentunya ekspor harus lancar, kondisi tangki terjaga, sehingga tidak ada pembatasan pembelian TBS dari petani dan harga TBS bisa kembali naik .
Perlu dipahami pasca larangan ekspor dicabut, beberapa perusahaan harus melakukan kontrak ulang dengan kapal pengangkut dan eksportir menghadapi ketidakpastian.
"Gapki meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan relaksasi, karena perusahaan melakukan ekspor sawit dengan harga turun, namun kena beban pajak dan pungutan ekspor besar," harap Alex