Harga Sawit Sumsel 2022

Update Harga Sawit (TBS) Sumsel Juli 2022, Turun Rp 766 Per kg, Ini Penyebabnya

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli periode I tahun 2022

TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi Sawit. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli periode I tahun 2022 mengalami penurunan cukup drastis yaitu Rp 766,66 per kg dibandingkan periode sebelumnya. 

Harga CPO Rp. 8.325,56
Harga inti Rp. 4.668,62

 

 

Saran Apkasindo dan Gapki Beri Dongkrak Harga Sawit

 

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumsel menyuarakan agar pemerintah memberikan kemudahan dan kelonggaran persyaratan ekspor Crude palm oil (CPO) agar bisa mendongkrak harga sawit yang  Anjlok saat ini.

Wakil Ketua Apkasindo Sumsel M Yunus mengatakan sudah sejak awal memprediksi bahwa harga sawit ini bakal anjlok dampak larangan ekspor CPO yang diterapkan pemerintah akhir April hingga Mei lalu.

"Kami sudah menduga ini pasti efek dominonya panjang karena kontrak yang sudah disepakati dibatalkan jadi kita harus membujuk ulang pembeli agar mau tanda tangan kontrak lagi, meloby ulang juga kapal yang batal disewa dan lainnya semua harus diperbaharui lagi," ujar M Yunus, Rabu (6/7/2022).

Meski larangan ekspor sudah dicabut hingga 1,5 bulan namun efeknya masih terasa hingga kini karena sulit dan ribetnya syarat ekspor yang diterapkan pemerintah saat ini.

Yunus berharap pemerintah bisa memberikan kemudahan ekspor dengan meringankan sejumlah kebijakan dan biaya yang harus ditanggung oleh importir.

Mereka berharap kran ekspor yang dibuka ini juga dibarengi dengan kemudahan kebijakan jangan justru dipersulit karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk ekspor membuat daya saing minyak sawit ini kalah bersaing dengan minyak nabati dunia.

Padahal jika head to head minyak sawit dibandingkan minyak nabati, masih unggul minyak nabati daya saingnya namun karena biaya operasional bengkak dengan adanya banyak kebijakan tersebut membuat biaya operasional bengkak.

Seharusnya di saat harga anjlok seperti ini pemerintah bisa memberikan relaksasi biaya operasional ekspor untuk bisa mendongkrak kembali harga CPO sehingga efeknya juga bisa mendongkrak harga sawit di tingkat petani.

Yunus mengatakan saat ini petani dilema antara tetap panen buah sawit atau dibiarkan saja di pohon.

Sebab kalau dipanen rugi karena biaya operasional lebih mahal dari harga sawit yang dipanen karena harga pupuk mahal, upah pekerja yang panen juga besar sedangkan harga TBS anjlok.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved