Berita Muratara
Mengenang 9 Tahun Tragedi Berdarah Pemekaran Muratara, 4 Warga Saat itu Tewas
Mengenang 9 tahun tragedi berdarah pemekaran Muratara, 4 warga saat itu tewas.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
Kemudian massa merusak dan membakar markas Polsek Muara Rupit.
Massa juga membakar dua mobil patrol polisi, satu sepeda motor dan sejumlah rumah di asrama polisi pun dihancurkan.
Dalam kejadian itu puluhan warga mengalami luka-luka, 4 orang meninggal dunia, dan 6 polisi mengalami cedera.
Warga yang meninggal adalah Mikson (35), Apriyanto (18), Suharto (18) dan Fadilah (40), semuanya warga Muratara.
Sementara belasan warga luka-luka dirawat di rumah sakit di Lubuklinggau dan Puskesmas terdekat.
Tanggal 30 April 2013, Jalinsum dan dua jembatan di Muara Rupit masih ditutup oleh pendemo.
Gubernur Sumsel saat itu Alex Noerdin masih berada di Jakarta mengikuti acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).
Alex Noerdin terpaksa meminta izin kepada Presiden untuk pulang ke Sumsel guna menemui massa.
Pukul 16:00 WIB sore, rombongan Gubernur Alex Noerdin mendarat di Bandara Silampari Lubuklinggau.
Alex Noerdin didampingi Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo langsung menuju Muara Rupit.
Situasi Muara Rupit saat itu masih mencekam, Alex Noerdin dan rombongan langsung menemui salah satu keluarga korban tewas.
Alex memberikan bantuan kepada korban, lalu menemui pendemo di simpang 4 Muara Rupit.
Di hadapan ribuan pendemo, Alex Noerdin meminta jalan lintas dibuka demi kemaslahatan orang banyak.
Alex menjamin dan bertanggungjawab bahwa Kabupaten Muratara akan menjadi DOB.
Pukul 18:30 WIB, Alex Noerdin beserta rombongan pulang ke Palembang.
Situasi Muara Rupit mulai kondusif, Jalinsum dibuka oleh pendemo dan arus lalu lintas kembali normal.
Baca berita lainnya langsung dari google news.