Berita Prabumulih
Puluhan Warga Stop Operasional Power Plan PLTG Pertamina di Prabumulih
Puluhan warga menyetop paksa operasional Objek Vital Nasional Power Plan TLJ PLTG milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih
Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
"Begitupun pihak Polres Prabumulih meminta PT BGP menyampaikan secepatnya hasil perhitungan Zibang tersebut," bebernya.
Erwin mengungkapkan akibat penyetopan Power Plan TLJ PLTG menyebabkan beberapa aktivitas menjadi lumpuh dan membuat kerugian dalam operasional produksi migas.
"Power Plat itu berhubungan dengan kegiatan lampu listrik perkantoran, pompa serta sumur. Sekarang kita prioritas penghidupan sumur karena ada sebagian sudah hidup dan sebagian belum, sumur itu jika sudah mati tidak langsung keluar lagi, kawan-kawan masih prioritas di lapangan," bebernya.
Disinggung mengenai kerugian dihadapi, Erwin mengaku untuk data kerugian masih akan dihitung oleh metrilium oil atau dari pihak produksi.
"Lebih kurang 1 sampai 1,5 jam mengalami pemadaman," katanya.
Baca juga: Ganti Rugi Seismik Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Warga Datangi DPRD Prabumulih
Untuk diketahui, ribuan warga di beberapa kelurahan di kota Prabumulih saat ini masih menanti ganti rugi rumah retak dan dampak akibat proyek Siesmik yang dilakukan PT BGP yang merupakan subkontrak PT Pertamina.
Aksi terus dilakukan warga dan bahkan sebelumnya puluhan warga Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan menghadang kendaraan operasional milik PT Pertamina akibat ganti rugi proyek sismik oleh PT BGP tak dibayarkan.
Tidak hanya itu beberapa kelurahan bahkan telah mengumpulkan warga untuk melakukan aksi susulan.