Berita Baturaja

Kebijakan Terbaru Arab Saudi Tentang Umroh, Ini Tanggapan Biro Perjalanan Haji dan Umroh

Arab Saudi menghapus Kewajiban Karantina dan PCR kedatangan bagi jemaah haji dan umrah disambut baik agen Haji dan Umroh di Tanah air.

SRIPOKU/LENI JUWITA
Direktur PT BJA Tours, Dr Nur Rois SH MH 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA- Kebijakan terbaru  Kerajaan Arab Saudi tentang Penghapusan Kewajiban Karantina dan PCR kedatangan bagi jemaah haji dan umrah disambut baik agen Haji dan Umroh di Tanah air.

Direktur PT BJA Tours, Dr Nur Rois SH MH mengaku sangat bersyukur dengan Keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentang Penghapusan Kewajiban Karantina dan PCR kedatangan bagi jemaah haji dan umrah.

Dengan peraturan baru ini sangat membantu jemaah haji dan umrah yang beribadah.

Artinya jemaah memiliki waktu lebih banyak untuk beribadah, karena begitu tiba di tanah suci, jemaah langsung bisa beribadah.

“Alhamdulillah kita sambut gembira keputusan penghapusan karantina dan PCR kedatangan ini, sangat membantu jemaah,” kata Rois.

Selain waktu beribadah lebih banyak,  biaya juga lebih hemat karena tidak perlu PCR kedatangan dan karantina.

Namun dari pemerintah Indonesia tetap mewajibkan karantina 1 hari sebelum berangkat dan dan karantina 5 hari setelah kembali ke tanah air.

Karantina dilakukan di Jakarta. Kemudian wajib menunjukan PCR negatif covid-19 sebelum keberaggkatan dan sebelum kembali ke tanah air.

Menurut Rois, pemerintah Indonesia diharapkan juga akan mengikuti langkah-langkah yang dilakukan pemerintahan Arab Saudi yang menghapuskan kewajiban PCR dan karantina.

Dikatakan Rois, pihaknya baru mendapat informasi pemerintah Indoensia juga sedang membahas tentang wacana penghapusan kewajiban karantina dan PCR jemaah yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.

Dikesempatan itu Rois menjelaskan, pada keberangkatan Umrah New Normal periode Maret 2022 biaya umrah Rp 35 juta start dari Palembang, Karantin 1 hari di Jakarta.

Kemudian berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda langsung landing di Madinah.

Memang tidak transit seperti umrah kondisi normal, tujuannya untuk menjaga jemaah agar tetap sehat, jemaah 7 hari di Madinah dan 5 hari di Mekkah.

Baca juga: Agen Mulai Turunkan Biaya Umroh dari Palembang, Ini Penjelasan Kemenag Sumsel

Adapun yang fasilitas yang didapatkan diantaranya hotel bintang 5 yang berada di area Masjidil Nabawi dan Masjidil Haram (berjarak 300 M).

Tiket Garuda (Jakarta-Madunah (langsung), Jeddah-Jakarta, Hotel Karantina di Jakarta (1 hari sebelum keberangkatan) dan 5 hari setelah kedatangan.

Asuranasi covid-19 di Saudi Arabia, muttawiff /guide Berbahasa Indonesia, perlengkapan (ihrom/mukenq, baju koko/jilbab, kain batik, syal, bantal) oleh –oleh air zam zam (jika dizinkan) dan oleh-oleh umrah lainya. (SP/LENI)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved