Berita Regional

Juliana Bengong, Atap Rumahnya Terbang Diterjang Angin Puting Beliung di Petumbak, Tak Bisa Lari

Angin puting beliung di Petumbak, Deliserdang, Sumatera Utara pada Senin (6/7/2021). Angin puting beliung terjang sejumlah rumah di lokasi tersebut

Editor: Weni Wahyuny
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang yang menjadi korban angin puting beliung tampak memperbaiki rumahnya yang rusak, Selasa (6/7/2021). Ada 26 rumah yang rusak dalam peristiwa ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MEDAN - Peristiwa angin puting beliung di di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Sumatera Utara.

Sebagian rumah warga mengalami kerusakan saat peristiwa disertai hujan dan angin kencang itu.

Bagaimana tidak, sejumlah rumah kehilangan atap karena terbawa angin puting beliung.

Rumah Juliana salah satunya.

Saat itu dirinya sedang bersama keponakannya yang masih balita saat hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut.

Dia menceritakan saat kejadian pada Senin sore itu sedang memberi makanan kepada keponakannya.

Namun tiba-tiba hujan petir dan juga angin mengangkat atap rumahnya.

Juliana yang kaget tak langsung melarikan diri, dia justru terbengong saat melihat atap rumahnya sudah kosong melompong.

"Spontan kaget sempat terdiam meninggalkan kemanakan dulu baru pas terbang atapnya baru ngambil dia. Sempat kehujanan pun di dalam," kata Juliana, Selasa (6/7/2021).

Lanjut Juliana, saat itu dia terkunci di dalam rumahnya sebab ketika hujan dia langsung mengunci rumah dan meletakkan kunci entah kemana.

Baca juga: Gondol Uang Perusahaan Rp11 Miliar Beli Rumah hingga Mobil, Wanita Ini Dituntut 13 Tahun Penjara

Warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang yang menjadi korban angin puting beliung tampak memperbaiki rumahnya yang rusak, Selasa (6/7/2021). Ada 26 rumah yang rusak dalam peristiwa ini.
Warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang yang menjadi korban angin puting beliung tampak memperbaiki rumahnya yang rusak, Selasa (6/7/2021). Ada 26 rumah yang rusak dalam peristiwa ini. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Sehingga pada saat kejadian dia lebih memilih bersembunyi di dalam kamar yang masih tersisa atap rumahnya.

Disitu dia dan keponakannya bersembunyi sambil menunggu hujan reda.

"Enggak bisa lari waktu kejadian. Langsung masuk kamar aja sembunyi di kamar soalnya pintu dikunci. Jadi gak sempet keluar. Di kamar yang gak kenak sengnya," kata Juliana menceritakan.

Akibat peristiwa tersebut atap rumahnya bagian depan sampai tengah lepas terbawa angin sampai puluhan meter.

Sementara itu penghuni rumah tidak mengalami luka-luka.

Baca juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Padang, Marah Minta Uang Jajan Rp100 Ribu Tapi Diberi Rp50 Ribu

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved