Breaking News:

Berita Palembang

Mengenal Kanit PPA Polrestabes Palembang, Iptu Hj Fifin Sumailan, Cinta Karate Sejak Kelas 2 SD

Kalau kita bisa beladiri ya bagus untuk menjaga diri sendiri. Apalagi saya di kepolisian ini tentu sangat penting bisa beladiri.

ISTIMEWA
Kanit PPA Polrestabes Palembang Iptu Hj Fifin Sumailan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, Iptu Hj Fifin Sumailan bersama timnya berhasil menangkap pelaku pemukulan terhadap seorang anak setelah videonya menjadi viral beberapa waktu lalu.

Dibalik sosoknya yang berani ternyata seorang Fifin Sumailan ini menekuni olahraga beladiri Jepang yakni Karate bahkan dirinya saat ini memegang sabuk hitam.

“Saya mengenal dan belajar Karate ini sejak kelas 2 SD dan pas duduk di bangku SMA saya berhasil mendapat sabuk hitam. Sabuk hitam Karate ini juga sebagai modal saya serta talent scoting ketika mendaftar menjadi Polwan,” ujar perempuan kelahiran 9 Mei 1979 ini.

Perempuan berhijab yang juga memiliki paras yang yang cantik ini mengatakan buat seorang perempuan belajar beladiri sangatlah penting apalagi untuknya.

"Kalau kita bisa beladiri ya bagus untuk menjaga diri sendiri. Apalagi saya di kepolisian ini tentu sangat penting bisa beladiri, manfaatnya agar pada saat melakukan penangkapan bisa menghindar dari serangan pelaku kejahatan," kata ibu tiga orang anak ini.

Baca juga: 2 Minggu Jelang Idul Fitri 1442 H, Tiap Hari 8.000 Kendaraan Melintas di Tol Kayuagung-Palembang

Baca juga: Ditlantas Polda Sumsel Luncurkan Layanan Cek Fisik Mobile, Siap Dipanggil ke Rumah, Ini Nomornya

Fifin, meski baru 1 tahun menjabat Kanit di PPA, sepak terjangnya pun bisa diacungi jempol dalam mengungkap kasus PPA.

Apalagi menindaklanjuti sebuah laporan, ini terbukti saat beredarnya video viral di Instagram tentang kasus penganiayan yang dilakukan seorang nene berinisial SY terhadap cucunya sendiri berinisial TK yang merupakan bocah berusia 8 tahun.

Dalam hitungan Jam, Fifin pun dengan cepat menangkap pelaku dengan gerakan patah-patahnya di TKP (tempat kejadian perkara).

“Saya yang ditugaskan sebagai Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak tentunya harus bergerak cepat apabila ada laporan kasus penganiyaan yang dialami kaum perempuan apalagi anak-anak," kata perempuan yang akrab disapa Fifin ini. 

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved