Breaking News:

Jembatan Poton di Empat Lawang Ambruk Sebelum Operasional, DPR Pertanyakan Pekerjaannya

Ambruknya jembatan ponton di Desa Padang Tepung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang beberapa waktu lalu mendapat perhatian komisi V DPR RI.

TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Kondisi Jembatan Ponton menghubungkan Kecamatan Ulu Musi dan Paiker di Empat Lawang ambruk dihantam derasnya arus Sungai Musi pada Selasa (23/3/2021) dini hari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Ambruknya jembatan ponton yang berlokasi di Desa Padang Tepung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang beberapa waktu lalu mendapat perhatian komisi V DPR RI.

Pasalnya pembangunan jembatan tersebut bersumber dari APBN.

Menurut anggota Komisi V DPR RI Ishak Mekki, pihaknya akan mengecek langsung kelapangan, akan progres pembangunan jembatan yang direncanakan bisa dioperasionalkan saat Idul Fitri (lebaran) nanti, dan kenapa bisa roboh padahal masih dalam tahap pembangunan.

"Jembatan ponton itu kan robohnya karena banjir, dan harus dilihat banjirnya sejauh mana hingga merobohkan bangunan. Apalagi bangun disekitarnya tidak roboh," kata Ishak Mekki, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Hampir Rampung, Jembatan Ponton di Empat Lawang Ambruk, Dihantam Derasnya Arus Sungai Musi

Mantan Kepala PU BM provinsi Sumsel ini sendiri sangat paham soal infastruktur yang ada sehingga, jika dilakukan dengan benar sesuasi spesifikasi hal itu tidak akan terjadi.

"Jadi, sejauh mana pekerjaan itu kenapa belum tuntas, sehingga ada keterlambatan. Nanti akan diteliti apakah ada unsur kelalaian dan sebagainya. Sebab logikanya  kalau banjir biasa apalagi itu belum selesai pembangunannya harusnya kokoh dan tidak tergoyahkan oleh banjir biasa," bebernya.

Ditambahkan mantan Wakil Gubernur Sumsel ini, atas kejadian itu maka pihaknya akan menjadwalkan untuk mengecek dan teliti kelokasi, sejauh mana pekerjaaan itu dilaksankan apakah sudah sesuai aturan atau semestinya yang sudah selesai kenapa belum, termasuk bahan- bahannya sudah sesuai spesifikasi atau tidak.

"Jadi, kalau itu memang roboh disebabkan banjir yang besar masuk akal, itupun kalau dikerjakan dengan baik dan sesuai spesifikasi. Tapi kalau hasil pengecekan nanti tidak sesuai bisa saja kontraktornya didenda, peringatan atau black list kedepan," tegasnya.

Sebelumnya, jembatan ponton yang menghubungkan dua kecamatan tersebut sebelumnya ambruk akibat dihantam derasnya arus Sungai Musi, meski belum dioperasionalkan.

Jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang menghubungkan warga kecamatan Ulu Musi dan warga Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Baca juga: Kisah Mahyunah, Guru SD di Empat Lawang Kunjungi Rumah Siswa Agar Bisa Baca Tulis

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved