Breaking News:

Berita Empat Lawang

Kisah Mahyunah, Guru SD di Empat Lawang Kunjungi Rumah Siswa Agar Bisa Baca Tulis

Guru di SD N 5 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Mahyunah mengunjungi satu persatu rumah siswa. Agar Siswa dapat membaca dan menulis ditengah pandemi.

TRIBUNSUMSEL.COM/SAHRI
Guru di SD N 5 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Mahyunah mengunjungi satu persatu rumah siswa. Agar Siswa dapat membaca dan menulis ditengah pandemi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPATLAWANG- Di masa pandemi saat seperti ini sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh baik secara dalam jaringan (daring) dan ataupun luar jaringa (luring).

Sistem pembelajaran ini jelas tak seefektif pembelajaran tatap muka atau langsung. Terutama untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 SD.

Dimana peran seorang guru sangat vital untuk tahap awal anak-anak mengenal pelajaran membaca dan menulis.

Salah seorang guru di SD N 5 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Mahyunah lakukan proses mengajar dengan cara yang tidak biasa.

Baca juga: Bupati Empat Lawang Kunjungi Jembatan Muara Pinang dan Lintang Kanan yang Putus

Mahyunah melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswanya guna mengajari anak-anak membaca dan menulis secara langsung.

"Dengan melakukan kunjungan ke rumah siswa saya rasa lebih efektif. Saya ingin memberikan contoh kepada guru lain juga sebagai guru kita harus selalu semangat mengajari anak-anak," kata Mahyunah.

Disampaikan oleh Mahyunah, hatinya merasa terpanggil dan kasihan kepada anak-anak yang masih kelas 2 karena masih terdapat siswa yang belum lancar baca tulis.

"Kasihan anak-anak masih ada yang masih belum lancar baca tulis walau sudah kelas 2.

Adapun untuk jadwal kunjungan, saya menyesuaikan dengan waktu saja," Ucap Mahyunah.

Baca juga: Amrullah Harim Kembali Pimpin KAHMI Kabupaten Empat Lawang

Biasanya sebelum melakukan kunjungan ke rumah siswa, Mahyunah menghubungi orang tua siswa terlebih dahulu melalui telepon.

Terakhir Mahyunah menambagkan sebagai seorang guru SD ia sangat bangga, karena guru memberikan pelajaran kepada anak-anak sedari kecil, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tak tahu menjadi tahu.

"Guru adalah pekerjaan yang mulia. Karena guru memberikan pelajaran kepada anak-anak sedari kecil, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tak tahu menjadi tahu," Tutup Mahyunah.

Penulis: Sahri Romadhon
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved