Berita Ogan Ilir

Orang Pertama Divaksin Tahap II, Bupati OI Panca Wijaya Target 80 Persen ASN Tetap Ngantor Tanpa WFH

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar hari menjalani vaksin perdana tahap II di Puskesmas Timbangan, Indralaya Utara.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar (kiri) menjadi orang pertama suntik vaksin Tahap II di OI, Kamis (4/3/2021). Setelah Panca suntik vaksin Covid-19 dilanjutkan ke Wakil Bupati Ardani (kanan). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar hari menjalani vaksin perdana tahap II di Puskesmas Timbangan, Indralaya Utara.

Didampingi Wakil Bupati Ardani, Panca menepati janjinya pada pidato perdana 1 Maret lalu, untuk jadi orang pertama disuntik vaksin di Ogan Ilir yang menjalani vaksinasi tahap II ini.

Panca dan rombongan tiba di Puskesmas Timbangan pukul 07.45.

Setelah menyapa segenap tenaga kesehatan, Panca menjalani screening terlebih dahulu.

Putra Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya ini lalu disuntik vaksin.

"Ketika disuntik rasanya pasti ada. Tapi seketika tidak berasa, biasa saja," ujar Panca usai menjalani vaksinasi, Kamis (4/3/2021).

Panca menegaskan, vaksinasi ini harus dilakukan agar meningkat imunitas atau kekebalan tubuh agar tak mudah terpapar virus Corona.

"Saya datang ke Puskesmas ini, menjalani vaksinasi ini, untuk meyakinkan masyarakat dan menyukseskan program vaksinasi ini. Jadi tidak ada rasa takut dan spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai vaksinasi ini," tegas Panca.

"Ini buktinya saya merasa lebih bugar. Setelah vaksin, observasi menunggu selama 30 menit untuk melihat kejadian ikutan pasca imunisasi. Tidak ada apa-apa," tegasnya lagi.

Baca juga: Cerita Penjual Ikan Asap di Keramasan Kertapati, Tetap Senyum Meski Penjualan Lesu Diterjang Pandemi

Baca juga: Motor Hilang di Kawasan Megahria, Warga Palembang Bingung Tanya Siapa, Tukang Parkir Tunawicara

Pada kesempatan ini, Panca juga meminta seluruh penyelenggara negara mulai dari kepala desa, lurah hingga seluruh pejabat pelayanan publik harus menjalani vaksinasi ini.

Ini dilakukan agar setelah vaksinasi, aktivitas pemerintahan maupun pelayanan publik berjalan normal.

"Jangan lupa bagi yang sudah divaksin, tetap menerapkan prokes. Kami menargetkan minimal 80 persen ASN yang ada di Pemda agar bekerja seperti biasa tanpa work from home (WFH)," kata Panca.

Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani juga menegaskan, birokrasi harus tetap berjalan meski di masa pandemi.

"Seperti yang dikatakan Bapak Bupati, pelayanan publik harus tetap berjalan dengan tetap menerapkannya prokes," tandasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved