Breaking News:

Berita OKI

Meski Musim Hujan, Titik Api Masih Terlihat Ada di Wilayah OKI, Ini yang Dilakukan Pemerintah Daerah

Meskipun cuaca hujan mendominasi, namun seminggu terakhir telah terpantau tiga titik panas (hotspot) di lahan tanah mineral.

TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI/ISTIMEWA
Petugas pondok kerja Daops Manggala Agni melakukan pemantauan di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam. Meski musim hujan, nyatanya titik api masih terlihat di OKI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutlah sedini mungkin, satuan petugas terpadu sudah mulai disebar ke lokasi langganan kebakaran di wilayah Kabupaten Ogan Komering (OKI).

Kepala Balai Wilayah Sumatera Daops Manggala Agni XVII/OKI, Candra Irfansyah mengatakan untuk bulan-bulan ini penanganan potensi banjir dan longsor (bansor) yang lebih difokuskan.

"Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya untuk bencana banjir dan longsor cenderung jarang terjadi. Bahkan di awal tahun 2021 ini belum ada laporan masuk mengenai terkait adanya potensi bencana banjir dan longsor," ujarnya saat dibincangi di Kantor Manggala Agni, Senin (22/2/2021) sore.

Dikatakan lebih lanjut, pemerintah daerah juga telah bersiap dan meningkatkan status siaga 3 dalam pencegahan karhutlah.

"Bercermin dari rilis BMKG kemungkinan tahun ini tetap kemarau basah hingga bulan Mei. Puncak kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus mendatang," katanya.

Meskipun cuaca hujan mendominasi, namun seminggu terakhir telah terpantau tiga titik panas (hotspot) di lahan tanah mineral.

"Tiga hotspot itu terlihat di Kecamatan Mesuji dan Lempuing, kemungkinan besar berada di lahan sawah milik warga,"

"Kami perhatikan titik panas yang terpantau dari satelit itu hanya berlangsung kurang dari satu hari, bisa jadi warga membakar untuk lahan pertanian," terangnya.

Baca juga: Vaksin Untuk Tahap Kedua Mulai Dikirim Besok ke Sumsel, Produksi PT Bio Farma

Baca juga: Profil Plh Bupati PALI Syahron Nazil, Catat Sejarah Inginkan Berbuah Manis Bagi Masyarakat

Demi melakukan pencegahan dini, Manggala Agni telah mengaktifkan pondok kerja Daops di Desa Riding untuk memantau wilayah rawan karhutlah di Kecamatan Tulung Selapan, Pampangan dan Pangkalan Lampam. Disiagakan sejak Minggu lalu.

Tujuannya untuk mendekatkan personil dan peralatan lengkap agar mudah menjangkau lokasi rawan karhutlah, sehingga mampu meminimalisir jika terjadi karhutlah.

"Sedangkan di bulan April akan diadakan patroli terpadu dan pembangunan posko di 11 Desa yakni Jerambah Rengas, Pulau Beruang, Riding, Jejawi, Deling, Sungai Bungin, Kedaton, Pulau Geronggang, Tanjung Beringin, Cinta Jaya, dan Kerta Mukti," tambah Candra.

Masih kata Candra, tepat di hari ini juga, Bupati OKI, H. Iskandar, S.E diundang langsung ke Jakarta untuk menghadiri rapat khusus pembahasan antisipasi bencana karhutlah.

"Parameternya untuk wilayah OKI langganan bencana kebakaran paling tinggi di Sumatera, maka hari ini Bupati OKI (Sumsel) dan Bupati Siak (Riau) diundang presiden dalam pembahasan karhutlah,"

"Alasan menjadi perhatian khusus karena rawa gambut nya luas dan mampu menghasilkan asap yang lebih pekat," pungkasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved