Berita Eksklusif Tribun Sumsel

Eddy Yusuf Tolak Menyerah, Kawal Pilkada Lawan Kotak Kosong

Banyak orang pikir usai gagal mendaftar akan pulang dengan mata sembab, tapi itu tidak terjadi. Saya punya tanggung jawab besar untuk daerah ini.

Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Mantan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf. 

Disinggung mahar politik untuk maju dalam pilkada OKUS beberapa tahun yang lalu, Wahab mengaku pergaulannya dengan beberapa petinggi partai membuat mahar tidak begitu besar.

Mereka tidak mematok, tapi calon membantu biaya untuk urus dukungan itu. Jumlahnya tentu tidak begitu besar. Sementara, saat Wahab disinggung alasan tidak maju dalam pilkada 2020 ini.

"Karena saya lihat situasi sekarang pilkada, walau bagaimana pun. Kelihatannya masyarakat sangat transaksional. Kalau kita mau calon tidak ada dana sudah selesailah itu," katanya

"Kalau mau calon dana tanggung-tanggung pening kepala bae, tapi harus dana maksimal, semua harus siap. Karena masyarakat sudah dididik untuk transaksional, sekarang ini pilkades, atau BPD saja sudah pakai uang," katanya

Wahab menilai demokrasi di masa ini dapat dikatakan sangat buruk bahkan hancur. Padahal negara ini sudah ada agama, Pancasila tapi semua tidak dipakai lagi.

Proses pilkada yang transaksional akan membentuk pemimpin seperti apa? Bayangkan saja. Pemilihan kepala desa (Pilkades) saja orang berani membayar Rp 500 ribu untuk satu orang ata satu suara.

Terkait pelaksanaan pilkada di OKU Selatan yang juga bakal melawan kotak kosong, Wahab menilai kinerja Bupati petahana sudah cukup baik terutama dalam membangun sektor pariwisata.

"Kalau khusus di OKUS itu saya pribadi menilai kinerja petahana sudah cukup baik maka partai banyak yang mendukungnya. Banyak program yang dulu saya canangkan sudah dilaksanakan sekarang, jadi sama saja," katanya

Wahab menilai iklim politik di suatu daerah menentukan aksi borong partai yang dilakukan kandidat. Selain itu tidak adanya calon kuat membuat partai berkumpul untuk mendukung.

OKUS sebenarnya membutuhkan orang-orang baru untuk terjun dalam politik, tapi melihat kondisi pilkada saat ini kalau finansial tidak siap lebih baik tidak ikut terjun dalam politik.

Kolom Kosong adalah Pilihan

Dua dari tujuh daerah di Sumsel yang bakal mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon (paslon) atau calon tunggal.

Kepastian itu usai perpanjangan pendaftaran bakal calon (balon) yang dibuka sejak Kamis (10/09) hingga Sabtu (12/09) di KPU Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Selatan tidak ada calon yang mendaftar.
Balon Bupati dan Wakil Bupati OKU, Kuryana Azis-Johan Anuar dan Balon Bupati dan Wakil Bupati OKUS, Popo Ali Martopo dan Sholehan Abuasir dipastikan menjadi calon tunggal.

Kedua kepala daerah petahana yang diusung dan didukung hingga belasan partai politik (parpol) itu dipastikan akan melawan kotak kosong dalam pilkada yang dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved