RUNNING NEWS: Ayah Pelajar yang Tewas Lakalantas di Lubuklinggau Minta Sopir Truk Serahkan Diri

Kami minta menyerahkan diri, kami ni wong dusun tapi dak ganas. Asalkan pelaku baik-baik, serahkan diri saja karena pihak korban juga sopir.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Abdul Hamid Ayah FN minta sopir dum truk yang terlibat kecelakaan yang menewaskan putranya untuk menyerahkan diri. 

"FH meninggal dengan luka kempot pada bagian muka dan lebam pada bagian dada, sedangkan FN luka robek pada wajah bagian kanan dan luka lecet wajah bagian kanan," kata Dedi pada Tribunsumsel.com, Rabu (5/8/2020).

Ia menceritakan, hasil olah TKP di lapangan kejadian bermula saat FH berboncengan dengan FN mengendarai motor Honda Revo BG 3105 HP datang dari arah Simpang Periuk menuju Arah Tugumulyo.

Dalam perjalanan keduanya bertemu mobil dum truck warna merah nomor polisi belum diketahui datang dari arah yang sama sehingga saling beriringan.

"Sesampainya di TKP diduga motor Honda Revo yang dikendarai keduanya melaju dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang mobil dum truk warna merah tersebut," ungkapnya.

Seusai kecelakaan mobil dum truck warna merah tanpa nopol tersebut langsung melarikan diri ke arah Kecamatan Tugu Mulyo.

"Akibat dari kecelakaan tersebut korban pengendara dan penumpang mengalami luka-luka dan meninggal dunia di RS. Siti Aisyah kota Lubuklinggau," ujarnya.

Siswa Pencinta Alam
Dua remaja FH warga Kelurahan Moneng, Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan FN warga Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I ditemukan tewas dipinggir jalan.

Dua remaja berusia 15 tahun dan 16 tahun ini diduga tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Diduga keduanya tewas setelah motor Honda Revo yang mereka kendarai mengalami kecelakaan, Selasa (4/8/2020) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Namun di lokasi polisi tidak menemukan kendaraan yang bertabrakan dengan kedua korban. Sementara kondisi cuaca hujan ditambah lokasi dalam kondisi gelap.

Berdasarkan informasi dihimpun dil apangan keduanya merupakan siswa pencinta alam, saat itu keduanya sedang ikut berkemah di Bukit Botak Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.

Saat itu kedua korban akan membeli tabung gas, saat dalam perjalanan diduga keduanya lupa membawa tabung gas, sehingga keduanya kembali ingin mengambil tabung gas tersebut.

Diduga saat dalam perjalan kembali ke lokasi perkemahan terjadilah kecelakaan tersebut. Saat kejadian tidak langsung diketahui warga karena suasana hujan deras.

Keduanya baru ditemukan oleh pengendara yang kebetulan melintas, saat itu ia melihat keduanya sudah dalam keadaan tekapar pinggir jalan. Warga tersebut langsung meminta pertolongan warga setempat lalu menghubungi pihak kepolisian.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasatlantas Polres Lubuklinggau AKP Budi Harto membenarkan kejadian tersebut saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Iya benar semalam kejadiannya, untuk kejadiannya sekarang kita masih melakukan penyelidikan," singkatnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved