RUNNING NEWS: Ayah Pelajar yang Tewas Lakalantas di Lubuklinggau Minta Sopir Truk Serahkan Diri
Kami minta menyerahkan diri, kami ni wong dusun tapi dak ganas. Asalkan pelaku baik-baik, serahkan diri saja karena pihak korban juga sopir.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU - Abdul Hamid ayah FN pelajar yang tewas dalam kecelakaan lalulintas di Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sudah mengikhlaskan anaknya pergi untuk selamanya.
Namun ia meminta untuk sopir dum truk tersebut agar menyerahkan diri dan menemui pihak keluarga.
"Saya minta kepada sopir itu menyerahkan diri saja karena pihak keluarga korban ini juga sopir. Itu saja saya sampaikan," ungkapnya pada Tribunsumsel.com.
Ia menuturkan, jika Tuhan tidak tidur dan diduga pelaku sopir itu sekarang punya anak dan keluarga. Ia sangat yakin hukum karma pasti berlaku siapa yang berbuat suatu saat akan dibalas.
"Kami minta menyerahkan diri, kami ni wong dusun tapi dak ganas. Asalkan pelaku baik-baik, serahkan diri saja karena pihak korban juga sopir," terangnya.
Ia mengatakan, sangat begitu terpukul setelah melihat jenazah anaknya. Sebab ia melihat dirumah sakit anaknya sudah berlumuran darah mengalami luka parah di bagian wajah.
"Kalau anak saya itu luka biasa, tangan hanya patah saya masih terima, tapi itu sudah meninggal dunia, jadi kepada sopir itu sekali lagi lebih baik menyerahkan diri karena saya juga sopir," ujarnya.
Seorang siswa pencinta alam FN tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II kini telah dimakamkan.
Pelajar SMA Nusa berusia 16 tahun ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Rabu (5/8) siang.
FN merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yuni dan Abdul Hamid warga Jl. Sukamaju, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan kasus meninggalnya FN bersama temannya FH warga Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II itu.
Keduanya meninggal dengan cara tragis setelah motor Honda Revo yang mereka kendarai diduga menabrak mobil dum truk warna merah, Selasa (4/8/2020) malam.
Namun, hingga saat ini polisi belum berhasil menangkap sopir dum truk tersebut, karena sehabis kejadian mobil tersebut langsung melarikan diri ke arah Tugu Mulyo
Kepergian FN secara tragis meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kedua orang tuanya Yuni dan Abdul Hamid.
Ditemui dirumahnya di Jl Sukamaju, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Yuni masih merasa tidak percaya putra keduanya itu telah pergi untuk selamanya.
Yuni menceritakan terakhir kali bertemu anaknya itu Selasa (4/8/2020) sore saat anaknya itu hendak pergi berkemah bersama dengan teman-temannya.
"Kemaren memang tidak pamit langsung, saya lihat dia pakai sepatu gunung bawa matras dan sal. Langsung saya tanya waktu mau naik motor, dia jawab katanya mau kemah," ujar Yuni menirukan ucapan FN.
Setelah itu, FN langsung pergi, Yuni kemudian masuk ke dalam rumah, dalam hati Yuni menduga anaknya itu pergi cepat -cepat karena takut motor yang dipakainya akan dipakai papanya pergi.
"Kalau sudah dipakai papanya sudah dia (FN) tidak bisa pakai lagi, mungkin karena takut rebutan itu dia (FN) langsung pergi seperti tergesa-tergesa itu, karena memang biasa begitu saya biarkan," ungkapnya.
Ia mengaku, tidak ada firasat apa pun sebelum kepergian anaknya. Namun sepekan lalu Yuni mengaku FN ketika tengah tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena bermimpi bertemu neneknya.
"Malam itu bangun langsung cerita, sebelumnya tidak pernah. Kejadian itu seminggu lalu, dia (FN) mengaku bertemu nenek gendut dan mengaku kamu sehat nian cung, setelah itu ia bangun," ujarnya.
Setelah cerita itu, FN tidak pernah bercerita lagi, Yuni juga tidak merasakan hal yang aneh-aneh, Selasa (4/8) malam ketika mereka tengah duduk bersama keluarga tiba-tiba ada temannya memberitahu.
"Semalam kami diberitahu oleh temannya mengatakan kalau dia kecelakaan, kami disuruh menghubungi salah satu nomor akhirnya saya hubungi, ternyata kecelakaan di Siring Agung," terangnya.
Mendengar itu, Yuni bersama suami dan keluarganya langsung meluncur ke Siring Agung, Namun ternyata FN sudah dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah, tiba di rumah sakit ternyata FN sudah meninggal.
"Kami sampai ternyata sudah meninggal dunia," tambahnya.
Tewas di Pinggir Jalan
Dua remaja berinisial FH warga Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan FN warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ditemukan tewas di pinggir jalan.
Saat ditemukan dua remaja berusia 15 tahun dan 16 tahun ini tergeletak dipinggir Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Diduga keduanya tewas setelah motor Honda Revo yang mereka kendarai mengalami kecelakaan, Selasa (4/8/2020) malam.
Kasatlantas Polres Lubuklinggau AKP Budi Harto melalui Kanitlaka Dedi membenarkan jika keduanya tewas setelah mengalami kejadian lakalantas.
"FH meninggal dengan luka kempot pada bagian muka dan lebam pada bagian dada, sedangkan FN luka robek pada wajah bagian kanan dan luka lecet wajah bagian kanan," kata Dedi pada Tribunsumsel.com, Rabu (5/8/2020).
Ia menceritakan, hasil olah TKP di lapangan kejadian bermula saat FH berboncengan dengan FN mengendarai motor Honda Revo BG 3105 HP datang dari arah Simpang Periuk menuju Arah Tugumulyo.
Dalam perjalanan keduanya bertemu mobil dum truck warna merah nomor polisi belum diketahui datang dari arah yang sama sehingga saling beriringan.
"Sesampainya di TKP diduga motor Honda Revo yang dikendarai keduanya melaju dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang mobil dum truk warna merah tersebut," ungkapnya.
Seusai kecelakaan mobil dum truck warna merah tanpa nopol tersebut langsung melarikan diri ke arah Kecamatan Tugu Mulyo.
"Akibat dari kecelakaan tersebut korban pengendara dan penumpang mengalami luka-luka dan meninggal dunia di RS. Siti Aisyah kota Lubuklinggau," ujarnya.
Siswa Pencinta Alam
Dua remaja FH warga Kelurahan Moneng, Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan FN warga Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I ditemukan tewas dipinggir jalan.
Dua remaja berusia 15 tahun dan 16 tahun ini diduga tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Diduga keduanya tewas setelah motor Honda Revo yang mereka kendarai mengalami kecelakaan, Selasa (4/8/2020) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Namun di lokasi polisi tidak menemukan kendaraan yang bertabrakan dengan kedua korban. Sementara kondisi cuaca hujan ditambah lokasi dalam kondisi gelap.
Berdasarkan informasi dihimpun dil apangan keduanya merupakan siswa pencinta alam, saat itu keduanya sedang ikut berkemah di Bukit Botak Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Saat itu kedua korban akan membeli tabung gas, saat dalam perjalanan diduga keduanya lupa membawa tabung gas, sehingga keduanya kembali ingin mengambil tabung gas tersebut.
Diduga saat dalam perjalan kembali ke lokasi perkemahan terjadilah kecelakaan tersebut. Saat kejadian tidak langsung diketahui warga karena suasana hujan deras.
Keduanya baru ditemukan oleh pengendara yang kebetulan melintas, saat itu ia melihat keduanya sudah dalam keadaan tekapar pinggir jalan. Warga tersebut langsung meminta pertolongan warga setempat lalu menghubungi pihak kepolisian.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasatlantas Polres Lubuklinggau AKP Budi Harto membenarkan kejadian tersebut saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
"Iya benar semalam kejadiannya, untuk kejadiannya sekarang kita masih melakukan penyelidikan," singkatnya