RUNNING NEWS: Ayah Pelajar yang Tewas Lakalantas di Lubuklinggau Minta Sopir Truk Serahkan Diri
Kami minta menyerahkan diri, kami ni wong dusun tapi dak ganas. Asalkan pelaku baik-baik, serahkan diri saja karena pihak korban juga sopir.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
Yuni menceritakan terakhir kali bertemu anaknya itu Selasa (4/8/2020) sore saat anaknya itu hendak pergi berkemah bersama dengan teman-temannya.
"Kemaren memang tidak pamit langsung, saya lihat dia pakai sepatu gunung bawa matras dan sal. Langsung saya tanya waktu mau naik motor, dia jawab katanya mau kemah," ujar Yuni menirukan ucapan FN.
Setelah itu, FN langsung pergi, Yuni kemudian masuk ke dalam rumah, dalam hati Yuni menduga anaknya itu pergi cepat -cepat karena takut motor yang dipakainya akan dipakai papanya pergi.
"Kalau sudah dipakai papanya sudah dia (FN) tidak bisa pakai lagi, mungkin karena takut rebutan itu dia (FN) langsung pergi seperti tergesa-tergesa itu, karena memang biasa begitu saya biarkan," ungkapnya.
Ia mengaku, tidak ada firasat apa pun sebelum kepergian anaknya. Namun sepekan lalu Yuni mengaku FN ketika tengah tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena bermimpi bertemu neneknya.
"Malam itu bangun langsung cerita, sebelumnya tidak pernah. Kejadian itu seminggu lalu, dia (FN) mengaku bertemu nenek gendut dan mengaku kamu sehat nian cung, setelah itu ia bangun," ujarnya.
Setelah cerita itu, FN tidak pernah bercerita lagi, Yuni juga tidak merasakan hal yang aneh-aneh, Selasa (4/8) malam ketika mereka tengah duduk bersama keluarga tiba-tiba ada temannya memberitahu.
"Semalam kami diberitahu oleh temannya mengatakan kalau dia kecelakaan, kami disuruh menghubungi salah satu nomor akhirnya saya hubungi, ternyata kecelakaan di Siring Agung," terangnya.
Mendengar itu, Yuni bersama suami dan keluarganya langsung meluncur ke Siring Agung, Namun ternyata FN sudah dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah, tiba di rumah sakit ternyata FN sudah meninggal.
"Kami sampai ternyata sudah meninggal dunia," tambahnya.
Tewas di Pinggir Jalan
Dua remaja berinisial FH warga Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan FN warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ditemukan tewas di pinggir jalan.
Saat ditemukan dua remaja berusia 15 tahun dan 16 tahun ini tergeletak dipinggir Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Diduga keduanya tewas setelah motor Honda Revo yang mereka kendarai mengalami kecelakaan, Selasa (4/8/2020) malam.
Kasatlantas Polres Lubuklinggau AKP Budi Harto melalui Kanitlaka Dedi membenarkan jika keduanya tewas setelah mengalami kejadian lakalantas.