Berita Muratara
Suaminya Ditemukan Tewas di Sungai, Stalia tak Kuasa Menahan Tangis Jalani Ramadan Tanpa Suami
Stalia (50 tahun), tak henti-hentinya menangis di ruang gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Jumat (17/4/2020)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
Stalia berduka cukup dalam, apalagi sang suami pergi untuk selama-lamanya menjelang bulan Ramadan.
Dia terpaksa menjalani ibadah puasa tahun ini tanpa sang suami di sampingnya.
"Iya, sebentar lagi puasa, namanya musibah, hanya Allah yang tahu," ujar Stalia sembari mengusap air matanya.
Pantauan Tribunsumsel.com, jasad Musi diangkat dari sungai oleh anggota Polsek Muara Rupit dan Polres Muratara.
• Anggota DPR RI Asal Sumsel Riezky Aprilia Dorong Kementerian Pertanian Cari Solusi Masalah Petani
Setelah diambil dari sungai, jasad Musi langsung dibawa ke RSUD Rupit untuk divisum.
Tak lama kemudian, datang keluarga almarhum lalu jenazahnya dibawa ke rumahnya di Desa Lubuk Kemang.
Humas RSUD Rupit, Ahmad Afandi menyebutkan, setelah jasad Musi diperiksa petugas medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Di jasad Musi hanya ada luka gores di bawah mata kanannya diduga tersayat ranting kayu saat hanyut di sungai.
"Berdasarkan pemeriksaan kami, tidak ada tanda-tanda kekerasan, cuma ada luka di bawah matanya, itu mungkin sayatan ranting kayu," ujarnya.
Kapolsek Muara Rupit, AKP Bakri Reddy Cahyono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis RSUD Rupit, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Musi.
"Informasi sementara yang kami terima dari RSUD Rupit tidak ada tanda-tanda kekerasan, tapi ini masih kita dalami lagi," katanya.