Berita Muratara
Suaminya Ditemukan Tewas di Sungai, Stalia tak Kuasa Menahan Tangis Jalani Ramadan Tanpa Suami
Stalia (50 tahun), tak henti-hentinya menangis di ruang gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Jumat (17/4/2020)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Stalia (50 tahun), tak henti-hentinya menangis di ruang gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Jumat (17/4/2020).
Dia sesekali mengusap air matanya yang menetes di pipi dengan kain selendang di bahunya.
Berulang kali ia keluar masuk kamar mayat, melihat jasad sang suami terbujur kaku di pembaringan.
Suami Stalia, Hasan Basri atau Musi (57 tahun) meninggal dunia saat ditemukan hanyut di Sungai Rawas, Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.
Jasad Musi mengapung di sungai belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.
Tepatnya di wilayah Dusun 7 Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
• Pesan Haru 46 Tenaga Medis RSUP Kariadi yang Positif Corona, Kini Diisolasi di Hotel
Almarhum Musi tinggal bersama istrinya Stalia di Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu.
Almarhum memiliki 5 orang anak yang sudah berkeluarga semua, namun tinggal di desa lain.
"Anak saya ada di Desa Tanjung Agung (Kecamatan Karang Jaya), kami baru pindah ke sini (Desa Lubuk Kemang)," kata Stalia, istri almarhum.
Dia menceritakan, suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh di salah satu perkebunan sawit di Kecamatan Karang Jaya.
Penghasilan yang didapatkan tak menentu, bahkan terkadang tak cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
• Cegah Kerumunan Pengurusan Tilang, Kejari Palembang Minta Polisi Meniadakan Razia Sementara
Ditambah lagi sang suami yang sudah lanjut usia itu sering sakit-sakitan.
"Dia memang suka sakit kepala katanya, mungkin pas dia ke sungai, ajalnya tiba, jatuh ke sungai, hanyut," ujar Stalia.
Dia awalnya sudah mencari-cari suaminya karena tidak pulang ke rumah sejak hari kemarin.
Namun Stalia mengira suaminya pergi ke rumah anaknya, sebab ia baru pindah ke desa yang ditempatinya sekarang.
Stalia berduka cukup dalam, apalagi sang suami pergi untuk selama-lamanya menjelang bulan Ramadan.
Dia terpaksa menjalani ibadah puasa tahun ini tanpa sang suami di sampingnya.
"Iya, sebentar lagi puasa, namanya musibah, hanya Allah yang tahu," ujar Stalia sembari mengusap air matanya.
Pantauan Tribunsumsel.com, jasad Musi diangkat dari sungai oleh anggota Polsek Muara Rupit dan Polres Muratara.
• Anggota DPR RI Asal Sumsel Riezky Aprilia Dorong Kementerian Pertanian Cari Solusi Masalah Petani
Setelah diambil dari sungai, jasad Musi langsung dibawa ke RSUD Rupit untuk divisum.
Tak lama kemudian, datang keluarga almarhum lalu jenazahnya dibawa ke rumahnya di Desa Lubuk Kemang.
Humas RSUD Rupit, Ahmad Afandi menyebutkan, setelah jasad Musi diperiksa petugas medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Di jasad Musi hanya ada luka gores di bawah mata kanannya diduga tersayat ranting kayu saat hanyut di sungai.
"Berdasarkan pemeriksaan kami, tidak ada tanda-tanda kekerasan, cuma ada luka di bawah matanya, itu mungkin sayatan ranting kayu," ujarnya.
Kapolsek Muara Rupit, AKP Bakri Reddy Cahyono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis RSUD Rupit, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Musi.
"Informasi sementara yang kami terima dari RSUD Rupit tidak ada tanda-tanda kekerasan, tapi ini masih kita dalami lagi," katanya.