MK Tolak Gugatan Ahmad Wazir Noviadi

MK Tolak Gugatan AW Noviadi, KPU Ogan Ilir Segera Koordinasi dengan KPU Sumsel

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir, Massuryati belum bisa berkomentar banyak tentang Gugatan Ahmad Wazir Noviadi yang ditolak MK

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Resha
Ketua KPU Ogan Ilir, Masuryati 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir, Massuryati belum bisa berkomentar banyak tentang Gugatan Ahmad Wazir Noviadi yang ditolak Mahkamah Konstitusi.

Ovi mengajukan gugatan tentang syarat pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Rabu (18/12/2019).

"Nomor keputusan MK-nya berapa? Apakah itu ulasan hakim, atau sudah konklusi, kita belum menerima secara resmi, jadi belum bisa komentar banyak," ujarnya saat dihubungi, Rabu (18/12/2019).

Sebagai penyelenggara Pilkada 2020 di Ogan Ilir, Massuryati mengatakan pihaknya tentu tak bisa berkomentar banyak soal Ahmad Wazir Noviadi.

Sebab, pria yang akrab disapa Ovi itu memang sudah berencana akan kembali bertarung dalam Pilkada Serentak 2020 di Ogan Ilir mendatang.

Namun demikian, pihaknya saat ini tengah berdiskusi dengan Divisi Hukum dan KPU Provinsi soal keputusan tersebut.

Hal itu dilakukan agar keputusan yang akan diambil tidak menyalahi regulasi.

"Kita juga mendiskusikan hal itu ke Divisi Hukum KPU RI, bagaimana keputusannya," jelasnya.

Sebeluknya diberitakan kompas.com, Hakim MK menolak permohonan uji materi aturan tentang syarat pencalonan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2020 yang dimuat dalam Pasal 7 ayat (2) huruf i Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

Pasal itu melarang seseorang dengan catatan perbuatan tercela mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Perbuatan tercela yang dimaksud adalah judi, mabuk, pemakai/pengedar narkoba, dan berzina.

"Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Ovi diketahui hanya menjabat selama satu bulan sebagai bupati, karena pada Maret 2016 lalu, ia kedapatan memakai narkoba.

Atas perbuatannya, Ovi dijatuhi hukuman berupa rehabilitasi selama enam bulan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved