Digitalisasi Buat Eksportir Tenang, Gaung IPC Jadi Trade Facilitator Didukung Dari Palembang

Manajemen IPC Palembang terus meningkatkan kualitas pelayanan baik bidang operasional maupun bidang non operasional

Digitalisasi Buat Eksportir Tenang, Gaung IPC Jadi Trade Facilitator Didukung Dari Palembang
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
PELINDO TRADE FACILITATOR - Suasana Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II saat matahari terbit di kawasan sungai musi, Palembang, Senin (9/9/2019). PT Pelindo terus memperkuat penggunaan teknologi informasi untuk menuju port digital dan pelabuhan kelas dunia dengan layanan yang lebih cepat, mudah dan murah 

TRIBUNSUMSELCOM, PALEMBANG – Dua truk kontainer memasuki gerbang masuk IPC Terminal Peti Kemas Palembang, saat masuk terlihat sopir hanya menempelkan sebuah benda ke QR Code sebuah mesin.

Setelah dipastikan kendaraan sesuai antara fisik dan informasi, selanjutnya petugas tally pre gate in mengkonfirmasi truk kontainer boleh memasuki terminal peti kemas.

Berada di kawasan pelabuhan, tidak ada lagi kesan kesemerawutan truk berbadan besar parkir yang menutup badan jalan, pelabuhan Boom Baru yang dekat dengan perumahan penduduk kini benar-benar tertata.

Memasuki area terminal peti kemas, susunan box terlihat rapi. Tampak petugas sibuk di masing-masing alat.

Sejak 2017, IPC Cabang Palembang sudah bertransformasi menuju era digitalisasi, segala aktivitas terpantau melalui kecanggihan alat digital

Proses pengantaran bagi pengguna jasa pelabuhan terutama bagi pelaku usaha sekarang tidak perlu pusing kapan kontainernya boleh memasuki terminal peti kemas, sejak diberlakukannya digitalisasi kini para eksportir seperti mendapat angin segar.

“Sejak proses digitalisasi, pastinya proses receiving dan delivery semakin mudah dan proses TID (Truck Identity Document) bisa dilakukan secara online,” kata Ketua Gapkindo (Gabungan Perusahaan Karet Indonesia) Sumsel, Alex K Eddy.

Diakui Alex, sejak IPC Palembang menerapkan digitalisasi, bukan hanya proses pengantaran maupun pengambilan kontainer di terminal peti kemas tidak membutuhkan waktu yang sangat lama dari beberapa tahun sebelumnya.

“Untuk proses bongkar muat selama sekarang paling cepat, cepat 30 menit dan paling lambat 1 hari selasai, dengan adanya digitalisasi buat eksportir tenang,” katanya.

Selama penerapan digitalisasi, memang ada kekurangannya seperti kalau terjadi gangguan jaringan. Apabila terjadi masalah sistem down tentunya akan menggangu aktifitas bongkar muat.

Halaman
1234
Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved