Karhutla 2019

Banyak HGU Perusahaan di OKI Terbakar, Baru 4 Perusahaan Melapor

Lahan yang terbakar bukan saja berasal dari lahan milik masyarakat, namun justru yang terbanyak yaitu lahan kosong milik perusahaan perkebunan

Banyak HGU Perusahaan di OKI Terbakar, Baru 4 Perusahaan Melapor
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Satuan tugas gabungan yang sedang memadamkan api di salah satu lahan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdapat di kabupaten Ogan Komering Ilir. 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG-Kebakaran hutan, lahan, dan kebun (Karhutlabun) di kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi yang terparah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Kejadian terbakarnya lahan yang menimbulkan kabut asap, mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat luas hingga banyak warga yang terjangkit penyakit infeksi di saluran pernapasan akut atau ISPA.

Bukan hanya itu saja, bahkan berdampak buruk pula bagi ekosistem hewan yang terdapat di lahan terbakar tersebut.

Lahan yang terbakar bukan saja berasal dari lahan milik masyarakat, namun justru yang terbanyak yaitu lahan kosong milik perusahaan perkebunan.

Hanya saja masih sedikit perusahaan yang melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, DLHK kabupaten OKI Amsah Ahmad mengatakan, hingga awal November ini baru 4 perusahaan yang melaporkan bahwa lahannya terbakar.

"Sejauh ini baru 4 perusahaan yang melaporkan jika lahan Hak Guna Usaha (HGU) ikut terbakar," ucapnya, Minggu (3/11/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari ke 4 perusahaan yang melaporkan lahannya, terdata mengalami kebakaran hingga total 10 kali.

Pertama PT Tempirai yang berlokasi di Jalan Sepucuk Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur, 3 kali terbakar dengan luas lahan diperkirakan ratusan hektar.

Selanjutnya PT Gading Cempaka Graha (GCG) berlokasi di Jalan Sepucuk Desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran 3 kali terbakar luas lahan di perkirakan juga ratusan hektar.

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved