Foya-foya dapat Uang Rp 120 Juta dari Curi Sarang Walet 10 Kilogram, Dihabiskan Untuk Perkara Ini

Andi Prana Wijaya (46) warga JL Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tertunduk lesu menyesali perbuatannya

Foya-foya dapat Uang Rp 120 Juta dari Curi Sarang Walet 10 Kilogram, Dihabiskan Untuk Perkara Ini
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Para pelaku saat dimintai keterangan oleh Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Andi Prana Wijaya (46) warga JL Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tertunduk lesu menyesali perbuatannya ketika dirilis Polres Lubuklinggau, Senin (07/10/2019) sore.

Laki-laki pengangguran itu ditangkap karena terlibat dalam kasus pencurian sarang walet yang kerap meresahkan masyarakat Kota Lubuklinggau akhir-akhir ini.

Ia diamankan bersama kedua temannya Adlu Danu Prawira (30) warga Jl Merpati Kelurahan Bandung Kanan dan Irsan (31) warga Jl Garuda, Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau.

Andi dan kedua temannya tertangkap polisi setelah membobol sarang walet milik Jauhari di Jl Garuda RT 02 Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II pada tanggal 12 September 2019 lalu.

Dalam kasus pencurian itu mereka berhasil mengambil 10 Kg sarang walet dan menjualnya di wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Provinsi Bengkulu seharga Rp 120 juta.

Di hadapan Polisi Andi mengaku baru sekali mencuri sarang walet bersama tiga temannya. Uang hasil curian itu mereka gunakan untuk berpoya-poya.

"Kami habiskan untuk senang-senang, kadang tidak pulang-pulang sampai tiga hari menginap di hotel," kata Andi pada wartawan.

Andi mengaku nekat mencuri sarang walet bukan karena mengonsumsi narkoba. Namun nekat mencuri sarang walet karena tidak ada modal untuk berfoya-foya.

"Tidak sama sekali makai narkoba, itulah uangnya buat senang-senang saja, karena walet harganya mahal," katanya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Wakapolres Raphael B Jaya Lingga mengatakan, ketiga pelaku diamankan Rabu (2/10) siang sekira pukul 14.00 WIB dirumahnya masing-masing.

"Dari tanga mereka kita mengamankan satu buah linggis, scrab untuk mengambil sarang walet dan mobil Honda Brio yang mereka gunakan untuk transportasi menjual sarang walet," kata Dwi.

Dwi menjelaskan berdasarkan pengakuan ketiga pelaku kepada polisi, mereka baru pertama kali, namun, masyarakat akhir-akhir ini banyak yang kehilangan sarang walet.

"Untuk pelaku sebenarnya ada empat orang saat ini sudah diketahui identitasnya dan masih dalam penyelidikan kita. Kemudian untuk ancamannya mereka terancam pasal 363 KUHP ancaman hukuman," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved