Guru baik hati Tewas Kecelakaan
Tahun Depan Seharusnya Pak Guru Bambang Pensiun, Guru Baik Hati Tewas Saat Antarkan Uang Kuliah Anak
Bambang Pudi Astomo (59) guru baik hati yang tewas pada kecelakaan maut di Jalan Lintas Palembang-Indralaya sebenarnya akan pensiun tahun depan.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bambang Pudi Astomo (59) guru baik hati yang tewas pada kecelakaan maut di Jalan Lintas Palembang-Indralaya sebenarnya akan pensiun tahun depan.
Di SMP N 35 Palembang tempatnya saat ini mengajar saja, Bambang telah mengabdi selama 17 tahun.
Hal inilah yang menjadi kesedihan mendalam di hati murid maupun rekan satu profesi Bambang.
"Pak Bambang tahun depan akan pensiun, tapi belum sempat menikmati masa itu beliau sudah meninggal," ujar Dahlia, salah seorang rekan satu profesi Bambang saat ditemui usai upacara pelepasan jenazah di rumah duka, Rabu (4/9/2019).
Sebelum dimakamkan di TPU Gunung Semeru Plaju, dilakukan upacara pelepasan jenazah Bambang secara kedinasan.
Sebab Bambang masih berstatus sebagai aparatur sipil negara dan aktif sebagai anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palembang.
Saat upacara pelepasan jenazah berlangsung, suasana duka begitu sangat terasa.
Air mata kesedihan tak hanya terlihat dari pihak keluarga, namun murid-murid serta rekan satu profesi Bambang juga tak kuasa menahan air matanya.
"Almarhum orangnya ramah, dia juga baik dan suka bercanda. Kami sangat kehilangan sosok beliau, "ujar Dahlia.
Sementara itu, Syafril yang merupakan salah satu petugas dalam upacara pelepasan jenazah Bambang mengatakan, upacara pelepasan jenazah merupakan suatu bentuk penghormatan atas pengabdian Bambang sebagai salah seorang ASN yang telah mengabdi selama kurang lebih 30 tahun lamanya.
"Ini merupakan bentuk penghormatan dari pemerintah kota Palembang terhadap aparatur sipil Negara atau anggota korpri yang tergabung dalam pemerintahan kota Palembang. Beliau juga masih tergabung dalam PGRI Palembang,"ujarnya.
• Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah
• Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah
Duka Keluarga
Mata Sri Ambarwati (52) masih terlihat sembab habis menangis saat menerima para pelayat yang datang ke rumahnya, Kamis (4/9/2019).
Sebelumnya, suami Sri Ambarwati, Bambang Pudi Astomo (59) yang juga guru di SMP N 35 Palembang, tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, Rabu (3/9/2019)..
"Saya ikhlas dengan kejadian ini. Walaupun merasa terpukul, tapi namanya sudah takdir jadi harus diterima dan dijalani," ujar Sri saat ditemui di rumah duka di jalan KH Balqi Banten IV gang rukun Palembang.
Dikatakan Sri, tidak ada firasat yang dirasakannya sebelum kecelakaan maut yang menyewakan suaminya itu terjadi.
• Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah