Guru baik hati Tewas Kecelakaan

Tahun Depan Seharusnya Pak Guru Bambang Pensiun, Guru Baik Hati Tewas Saat Antarkan Uang Kuliah Anak

Bambang Pudi Astomo (59) guru baik hati yang tewas pada kecelakaan maut di Jalan Lintas Palembang-Indralaya sebenarnya akan pensiun tahun depan.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Upacara pelepasan jenazah Bambang korban kecelakaan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, saat akan dibawa ke pemakaman, Rabu (4/9/2019) 

Namun, satu malam sebelum kecelakaan, Bambang sempat berujar dirinya tidak apa-apa kalau harus mati.

"Semalam bapak batuk-batuk. Saat itu dia mau minum sembarang obat. Saya larang karena takut nanti terjadi apa-apa. Tapi malah dijawabnya, mau minum obat apa saja. Tidak apa-apa juga kalau harus mati," cerita Sri.

Sri mengaku sempat terkejut mendengar pernyataan itu. Namun dia tidak menyangka bahwa hal itu akan menjadi pertanda kejadian buruk yang menimpa suaminya.

"Tidak menyangka sekali," ujarnya.

Bambang tewas dalam kecelakaan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, tepatnya di depan gerbang tol KTM Rambutan Palembang- Indralaya (Palindra) sekira pukul 16.00, Selasa (3/9/2019).

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Supra Fit bernopol BG 3926 PV yang dikendarai Bambang dengan sebuah truk ber-as 3 dengan nopol BG 8220 XA.

Sayang, supir truk tersebut yang diketahui bernama Rahmat (40) melarikan diri saat kecelakaan tersebut. Sehingga Polisi masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan itu.

Namun meskipun suaminya tewas dalam kecelakaan itu, Sri mengaku sudah membuka pintu maaf bagi sang supir truk.

"Saya sudah membuka pintu maaf. Silahkan datang ke rumah kalau mau minta maaf, pasti akan kami terima. Kecelakaan ini sudah takdir kami, saya ikhlas,"ujarnya.

Meskipun begitu, Sri juga menyerahkan sepenuhnya kelanjutan peristiwa kecelakaan tersebut pada pihak kepolisian.

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

"Tapi untuk penahanan atau yang lain ke pelaku, hal itu kembali lagi ke pihak kepolisian. Saya serahkan pada mereka," ujarnya.

Sementara itu, saat pemakaman, 

Putra bungsu korban, Misbach Hilal Afif mengumandangkan azan untuk jenazah ayahanda tercinta sebelum lubang kubur ditutup tanah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved