Guru baik hati Tewas Kecelakaan
Tahun Depan Seharusnya Pak Guru Bambang Pensiun, Guru Baik Hati Tewas Saat Antarkan Uang Kuliah Anak
Bambang Pudi Astomo (59) guru baik hati yang tewas pada kecelakaan maut di Jalan Lintas Palembang-Indralaya sebenarnya akan pensiun tahun depan.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
Ia berdiri di salah satu sudut lubang kubur.

Setelah azan, giliran sang kakak, Hidayat Fadilah mengumandangkan iqamat dekat kepala jenazah sang ayah.
Suasana haru makin terasa saat lubang kubur yang telah ditutup papan, diurug tanah.
Keluarga korban tampak tabah dan mengikuti proses pemakaman hingga selesai.
Hilal, putra bungsu korban mengaku sedih tidak sempat berjumpa sang ayah sebelum peristiwa naas tersebut.
"Sebelum papa mau antar uang dan pakaian ke kampus (Universitas Sriwijaya) di Indralaya, saya coba hubungi, tapi papa tidak angkat (telepon)," kata Misbach Hilal saat dijumpai di kediamannya di Jalan Banten 4 Lorong Rukun Nomor 19 RT 32, Plaju, usai pemakaman.
Hari itu sekitar pukul 13.00, Misbach Hilal menghubungi ayahnya namun tidak ada jawaban.
• Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah
Sekitar pukul 16.00, ia baru mengetahui ayahnya meninggal setelah mendatangi Puskesmas Indralaya.
"Saya lagi kerjakan tugas, lalu dipanggil mama disuruh ke apartemen mahasiswa. Lalu aaya sama mama ke Puskesmas Indralaya. Di situ saya lihat papa dimasukkan ke mobil ambulan," kata mahasiswa semester 1 jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.
Sebelumnya diberitakan, Bambang Pudi Astomo (59), warga Plaju, Palembang tewas setelah ditabrak mobil truk di depan akses KTM Rambutan tol Palindra pada Selasa (3/9/2019) petang.
Sebelum meninggal dunia, korban kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada Selasa (3/9/2019) lalu, Bambang Pudi Astomo, sempat menitip pesan pada putra bungsunya.
"Papa bilang saya harus semangat dan rajin belajar. Itu selalu papa sampaikan pada saya," ujar Misbach Hilal Afif.
Misbach merupakan mahasiswa semester 1 jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri).
Ia menuturkan, sang ayah biasa mengantar keperluan kuliah ke Indralaya.