Berita PALI

Warga Desa Sukamaju PALI Desak Pertamina Ganti Rugi Rp 1 Triliun, Lahan dan Sungai Tercemar Minyak 

Warga Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan PT Pertamina kembali bertemu, Kamis (4/7/2019).

Warga Desa Sukamaju PALI Desak Pertamina Ganti Rugi Rp 1 Triliun, Lahan dan Sungai Tercemar Minyak 
Sripo/ Reigan
Warga Desa Sukamaju membahas ganti rugi lahan terdampak minyak mentah milik warga bersama pihak Pertamina dan Polsek Talang Ubi Kabupaten PALI,Kamis (4/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Warga Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan PT Pertamina kembali bertemu, Kamis (4/7/2019).

Pertemuan membahas ganti rugi dampak bocornya line pipa minyak kondesat milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang mencemari kebun dan pemandian warga.

Pertemuan digelar karena tidak ada kejelasan hasil rundingan negosiasi ganti rugi pihak perusahaan sejak lahan tercemar beberapa kali dari tanggal 26 April 2019 lalu.

Warga pada pertemuan hari ini kembali minta ketegasan.

Gandeng Pihak Ketiga, Pemprov Sumsel Berikan Kenyamanan Khusus untuk Para Lansia

Warga yang lahannya dicemari minyak menuntut pihak Pertamina mengganti rugi sebesar Rp 1 triliun.

Armin (38 tahun), warga Desa Sukamaju yang kebunnya terkena limbah minyak kondesat menuturkan, ganti rugi itu sesuai dengan dampak yang disebabkan sebelum dilakukan pengkleman pihak perusahaan.

"Pokoknya saya menuntut ganti rugi Rp1 triliun, titik. Karena kebun saya penghasilanya berkurang akibat pipa bocor ini."

"Selain itu, kalau ada warga yang jahil pipa itu bisa meledak dan siapa yang akan bertanggung jawab karena bau minyak sangat menyengat," tegas Armin dalam rapat bersama pihak Pertamina dan Polsek Talang Ubi di Kantor Desa Sukamaju.

Sementara, Kepala Desa Sukamaju Rudini mengatakan, bahwa pihaknya cukup kecewa lantaran lambannya proses ganti rugi yang dilakukan pihak perusahaan.

79 Desa di Lahat Gelar Pilkades Serentak Tahun 2019, PNS Bisa Ikut Pencalonan Kades

Selain itu, akibat dari kejadian tersebut, kata Rudini, warga pemilik kebun mengalami depresi dampak akibat bocornya line pipa ini.

"Jadi akibatnya, selain lingkungan yang rusak warga juga ada yang mengalami depresi akibat line pipa bocor ini. Jadi kami sangat kecewa pak, lambanya proses ganti rugi dan tak terpenuhinya poin-poin yang diinginkan warga pemilik kebun," tegasnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Legal & Relation PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, Alamsyah mengatakan, dirinya hanya menyampaikan nilai ganti rugi yang mampu dikeluarkan oleh perusahaan dan dirinya tidak mengetahui perjanjian-perjanjian sebelumnya.

"Kami hadir disini sebenarnya menyampaikan nilai ganti rugi ke warga yang sangup dikeluarkan perusahaan. Apabila tidak ada kesepakatan maka akan saya laporkan kembali ke pihak perusahaan dan pimpinan," terangnya. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved