Breaking News:

Pemilik Toko Emas Dirampok di Palembang

5 Fakta Perampokan 2,7 Kg Emas di Palembang, Tarik-tarikan Tas Isi Emas di Tengah Keramaian

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kawanan perampok berani beraksi di tengah keramaian Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang, Rabu (3/4)

ISTIMEWA
Korban perampokan Djulijono (71) pemilik toko emas Sinar Mas saat dirawat di RS RK Charitas Palembang, Rabu (3/4/2019). 

4. Dikira Bertengkar

Di medsos menjadi perdebatan netizen mempertanyakan banyak saksi yang beraktivitas dan pengendara mobil di dekat lokasi tetapi tidak satu orang pun menolong korban.

Udin, saksi mata di lokasi, membantah keras warga tidak peduli terhadap peristiwa itu.

"Jadi begini, awalnya kami mengira ada pengendara motor yang bersenggolan terus bertengkar. Kami sama sekali tidak tahu kalau itu perampokan," katanya.

"Karena waktu itu banyak mobil yang tiba-tiba berhenti di simpang itu. Berhubung karena posisi korban masih di dalam persimpangan jalan, jadi mereka tertutup oleh badan mobil," sambungnya.

Udin mengatakan, korban sama sekali tidak berteriak maling atau rampok. Mereka hanya mengeluarkan suara seperti orang berkelahi.

Hal itu semakin diperkeruh oleh bisingnya suara klakson mobil yang entah kenapa terus berbunyi keras saat itu.

"Harusnya bukan warga yang langsung menolong. Tapi si pemilik mobil. Mereka yang melihat langsung, tapi tidak berani menolong. Cuma suara klakson saja yang dikeraskan," ujarnya.

Warga sekitar baru tahu bahwa terjadi perampokan saat barisan mobil di dekat lokasi kejadian, mulai bergerak maju ke depan.

"Nah, dari situ baru kami lihat. Ternyata perampokan," ujarnya.

5. Pelaku Bawa Pisau Warga Takut

Senada diungkapkan Dian. Dikatakan karyawan toko sepeda persis di depan simpang tiga jalan Semeru tersebut, saat itu dia mengira terjadi pertengkaran di lokasi tersebut.

"Pas sekali saya baru datang. Pintu toko saja baru dibuka sedikit. Saya emang dengar ada suara ribut-ribut. Tapi saya pikir itu suara orang bertengkar," ucapnya.

Beberapa saat berlalu baru Dian sadar bahwa terjadi aksi perampokan tidak jauh dari lokasinya berdiri.

"Waktu kami lihat ada perampokan, memang warga di sini tidak langsung berani mendekat. Pelakunya bawa dua pisau panjang. Jadi kami takut," ucapnya.

Dian menuturkan, ada empat pelaku dalam perampokan tersebut. Mereka berboncengan dengan menggunakan dua sepeda motor.

"Pakai helm semua," katanya.

Saat kejadian, lanjutnya, sempat terjadi aksi tarik menarik antara korban dan pelaku. Korban berusaha mempertahankan tas hitam miliknya yang ingin direbut pelaku.

"Orang itu (korban) tas itu isinya emas. Mungkin sekitar dua kilo emas," ujarnya.

Barulah, setelah mendapatkan barang rampasannya, keempat pelaku langsung pergi meninggalkan korban yang sudah penuh dengan darah akibat luka bacokan di lengannya.

"Mereka (korban) langsung lari ke sini, sempat ditolong warga dan langsung di bawa ke rumah sakit," katanya.

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved