Mutilasi Ogan Ilir

Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Mutilasi Karoman di Ogan Ilir, Eksekusi Gelap-gelapan di Perahu

Misteri kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Karoman (40), warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) terungkap.

Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Mutilasi Karoman di Ogan Ilir, Eksekusi Gelap-gelapan di Perahu
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Setelah menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi Karoman di Ogan Ilir, polisi melakukan rekonstruksi di halaman belakang Mapolsek Tanjung Raja, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, OGANILIR-Misteri kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Karoman (40), warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) akhirnya terungkap.

Polisi telah menetapkan satu tersangka, Ibrahim, warga Desa Pinang Mas. Pembunuhan dilatari dendam pelaku yang masih buron.

Berdasarkan penyelidikan polisi, pemuda 22 tahun tersebut terbukti ikut terlibat pembunuhan Karoman pada 6 Juni lalu. Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan Karoman di halaman belakang Mapolsek Tanjung Raja, Rabu (17/7/2019).

Setelah 40 hari kasus pembunuh Karoman, titik terang kasus pembunuhan dan mutilasi Karoman terungkap melalui Ibrahim.

Dengan penjagaan ketat polisi, Ibrahim memeragakan 81 adegan keterlibatannya dalam pembunuhan Karoman. Tampak pula ada tiga peran yang digantikan petugas.

Kronologi Satu Keluarga Warga Baturaja Kecelakaan di Tol Lampung, Ibu dan Anak Meninggal

Sejumlah warga Pinang Mas dan keluarga korban juga hadir pada proses rekonstruksi, dengan penjagaan ketat dari petugas kepolisian.

Menurut Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad, yang memimpin langsung rekonstruksi, Ibrahim tidak ikut membunuh Karoman.

"Tersangka berperan mengawasi situasi di tempat kejadian perkara saat para pelaku lainnya melakukan pembunuhan," kata Kapolres usai rekonstruksi.

Dijelaskan Kapolres, berdasarkan hasil rekonstruksi, tersangka Ibrahim dihubungi beberapa orang untuk menghabisi nyawa Karoman.

Namun dalam rekonstruksi tersebut, Ibrahim menolak. Ia takut membunuh meskipun diimingi imbalan oleh para pelaku.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved