Breaking News:

Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW

Sudah Pantaskah Kita Mengaku Umat Rasulullah?

HARI ini, kita kembali memperingati, mengenang lagi Maulid Nabi Muhammad Salallahualaihi wassalam.

Tribunsumsel
Maulid Nabi 

Jika demikian keadaan sebenarnya, kita semua yang hidup saat ini yang mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad s.a.w apakah patut kita mengaku ummat beliau sedangkan perilaku kita bukan Al-Quran? Apakah patut kita mengaku pengikut Muhammad sedangkan kita mengikuti kitab-kitab lain selain Al-Qur’an, sedangkan Muhammad sendiri mengikuti Al-Quran.

Sudah terbukti sejak sahabat Ali bin Abi Thalib r.a wafat hingga sekarang, kaum muslimin mengikuti ulamanya sendiri-sendiri, mengikuti madzhabnya sendiri-sendiri, jauh dari Al-Qur’an, akhirnya sekarang kita bercerai-berai. Kaum muslimin berpegang pada buku-buku dan kitab-kitab madzhab, tidak pernah menengok ke Al-Qur’an lagi.
Dan sangat lucunya, semuanya mengaku sebagai pengikut Muhammad, padahal Muhammad mengikuti Al-Qur’an, Muhammad tidak pernah mengikuti Madzhab.

Muhammad tidak pernah mengikuti Imam yang dilantik manusia, tetapi Muhammad hanya mengikuti Imam yang dilantik oleh Allah yaitu Ibrahim, Q.S Al-Baqarah(2):124,

”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.
Q.S. An-Nahl(16):123 yang artinya: “”Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”.

Kita Ingin Seperti Apa?

Demikianlah, sekarang kita tinggal memilih, masih mengikuti manusia atau kembali kepada Allah.

Kalau kita mengaku mengikuti Nabi Muhammad, maka kita ikuti apa yang diikuti Nabi kita, dan resikonya adalah kita harus berakhlak seperti akhlak Nabi Muhammad yaitu akhlak Al-Qur’an. Beberapa akhlak Nabi Muhammad adalah sebagai berikut:

1. Nabi Muhammad tidak pernah menghina agama lain
Q.S. Al-An’am(6):108,

”Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.

2. Nabi Muhammad tidak pernah curang dalam berdagang, tidak pernah merugikan hak-hak orang lain
Q.S. Hud(11):85,
”Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”.

Halaman
1234
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved