Ingat Nadia Murdad Wanita yang Jadi Budak Seks ISIS? Begini Kabarnya Sekarang usai Lepas dari ISIS

Kelompok teroris dunia Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kerap menimbulkan kesengsaraan di negara

Grid
Nadia Murdad 

Setelah melintasi perbatasan Irak-Suriah, Nadia berhasil masuk ke wilayah Kurdi dengan ribuan pengungsi etnis Yazidi di sana.

Baca: Liga Inggris : Prediksi dan Live Streaming Manchester United vs Newcastle United Malam ini

Namun kenyataan pahit kembali menghampiri Nadia saat di pengungsian.

Ia mengetahui jika ibu dan keenam saudara laki-lakinya sudah tewas dibunuh oleh ISIS.

Untung dirinya mendapat bantuan dari sebuah organisasi dan Nadia bisa bertemu dengan saudarinya di Jerman, tempat sekarang ia tinggal.

Sejak tinggal di Jerman, Nadia mendedikasikan dirinya sebagai aktivis anti kekerasan terhadap perempuan bernama "Perjuangan Rakyat Kami."

Ia menyuarakan penderitaan etnis Yazidi dan korban ISIS lainnya ke seluruh dunia.

Dia juga memperjuangkan agar dunia mengakui perbuatan ISIS terhadap etnis Yazidi bisa dikategorikan sebagai genosida.

Keteguhan hati, sikap berjuang dan empatinya membawa Nadia meraih Nobel Perdamaian 2018 pada Jumat (5/10).

Baca: Harga Tiket Pembukaan Asian Para Games 2018, Masuk dari Pintu 5, 6, dan 7

Baca: Sekjen PDI P : Mereka (Kubu Prabowo) Lebih Menikmati Rakyat, Bangsa dan Negara Indonesia Susah

Baca: Bandar Narkoba Bernama Iran, Bongkar Penemuan Ladang Ganja di Mandailing Natal 7 Hektare

"ISIS ingin merampas kehormatan kami, tetapi justr merekalah yang kehilangan kehormatan," ujar Nadia.

Kini selain meraih Nobel, Nadia juga menjadi duta besar PBB untuk para penyintas perdagangan manusia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved