Berita Lahat

Puluhan Karyawan PT Sriwijaya Distribusindo Raya dan PT Garda Tri Mitra Utama (GTU) Mogok Kerja

Aksi juga dipicu pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 19 Karyawan PT SDR serta diterimanya upah yang tidak sesuai UMP

Puluhan Karyawan PT Sriwijaya Distribusindo Raya dan PT Garda Tri Mitra Utama (GTU) Mogok Kerja
Sripo/ Ehdi Amin
Puluhan karyawan PT Sriwijaya Distribusindo Raya ( SDR ) dan PT Garda Tri Mitra Utama (GTU) menggelar mogok kerja, Selasa (6/11/2018) 

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Puluhan karyawan PT Sriwijaya Distribusindo Raya ( SDR ) dan PT Garda Tri Mitra Utama (GTU) menggelar mogok kerja.

Aksi tersebut merupakan buntut dari dimutasinya 2 karyawan pada 28 Okrober 2018 lalu.

Massa menganggap keputusan mutasi itu tidak sesuai Undang-undang.

Aksi juga dipicu pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 19 Karyawan PT SDR serta diterimanya upah yang tidak sesuai UMP oleh karyawan PT GTU.

Menurut Ketua DCP Serikat buruh sejahtera Indonesia ( SBSI) Kabupaten Lahat Herwinsyah, permsalahan terkait mutasi dua karyawan PT SDR belum selesai.

Baca: Punya Wajah Bak Barbie, Selebgram Thalasya Bikin Geger, Tak Diduga Ini Sosok Aslinya, Artis?

Baca: Beredar Pesan, Cek Nomor IMEI Handphone Disadap Intelijen, Ini Penjelasan Humas Polri

Tetapi perusahaan melakukan PHK sepihak yang bertentangan dengan Undang-undang serta karyawan tidak menerima upah sesuai dengan UMP dan tidak diberikannya fasilitas kesehatan ( BPJS ).

"Awalnya permasalahan bermula dimutasinya anggota SBSI ke Musi Banyuasin dan Lubuk Linggau."

"Belum selesai masalah itu, malah terjadi PHK sepihak, dengan alasan kawan kawan melakukan kesalahan berat," ucapnya, saat dibincangi, dihadapan para karyawan yang mogok kerja, sedang menunggu tepat digerbang PT SDR. Selasa (6/11/2019)

Massa merupakan karyawan perusahaan yang bergerak dibidang distributor makanan dan minuman yang terdiri dari driver, kernet, maupun bagian gudang.

Baca: Lion Air Resmi Pensiunkan Nomor Penerbangan JT 610, Ini Nomor Penggantinya

Baca: Perjuangan Janda Tiga Anak di Lahat Tolak Menyerah, Demi Penuhi Kebutuhan Hidup Rela Mengojek

Karyawan kecewa atas tindakan yang dilakukan manajemen.
Seperti, gagalnya perundingan, bipartite antara DPC SBSI dengan PT SDR mengenai pekerja yang dimutasi,

PT SDR diduga tidak memiliki PP dan diduga kuat melakukan Union Busting dengan melakukan PHK masal, serta Pimpinan PT SDR melakukan PHK sepihak terhadap 20 karyawan.

Aksinya bersama anggota, selain akan terus berlanjut sampai dengan 6 Desember 2018 mendatang.

Pihaknya akan melakukan aksi damai hingga ke kantor gubernur, apabila tidak dapat memenuhi tuntutan, serta tidak adanya solusi yang diberikan pihak perusahaan terhadap karyawan.

"Kalau tidak ada penyelesaian atau solusi, nanti kita akan lakukan aksi damai bersama seluruh anggota SBSI. Jika masih belum, akan kita lakukan aksi di kantor gubernur bersama SBSI Sumsel," tukasnya. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved