Berita Indralaya

Alpisyahri Gelapkan Uang Angsuran 17 Konsumen Leasing di Ogan Ilir

pelaku menagih dana angsuran pembayaran kredit kepada setiap konsumen, dengan total dana tersebut Rp 14 juta. Oleh pelaku dana itu, tidak disetorkan

Alpisyahri Gelapkan Uang Angsuran 17 Konsumen Leasing di Ogan Ilir
Sripo/ Beri Supriyadi
Tersangka penggelapan angsuran kredit Alpisyahri bersama barang bukti saat diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Ogan Ilir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Seorang pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai di perusahaan pembiayaan (lising) di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Ia diduga telah menggelapkan sepeda motor dan dana perusahaan tempatnya bekerja.

Perusahaan mengalami kerugian lebih dari Rp 20 juta. Akhirnya pihak perusahaan melaporkannya ke Sat Reskrim Polres OI.

Tersangka Alpisyahri (30), berhasil dibekuk Tim Srigala Satuan Reskrim Polres OI pimpinan AKP Malik Fahrin Qhusnul Aqif SIk.

Alpisyahri yang tercatat berdomisili di Desa Ulak Kerbau Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI ini, berhasil dibekuk petugas pada Kamis malam (6/9/2018) pukul 20.00.

Baca: Restoran Magal Korean BBQ House Buka Cabang di Palembang, Bebakaran Daging Sapi Impor Berkualitas

Baca: Sopir Pribadi Sembunyikan Uang Curian di Celana Dalam, Ia Baru Mengaku Setelah Polisi Lakukan Ini

Baca: Leni Menangis di Polresta Palembang, Laporkan Tetangga di Dusun Telah Rudakpaksa Anaknya

Ketika sedang berada di warung kopi di Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja.

Darinya, polisi juga menyita barang bukti berupa selembar slip gaji, selembar surat lamaran pekerjaan, enam lembar kwitansi angsuran, satu unit ponsel merk SPC, uang tunai senilai Rp 80 ribu serta satu KTP.

Guna menjalani proses penyidikkan lebih lanjut, malam itu juga tersangka bersama barang bukti langsung digelandang petugas menuju ruang penyidik Sat Reskrim Polres OI.

Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad SIk MH didampingi Kasat Res AKP Malik mengugkapkan, dari hasil penyelidikkan yang dilakukan dan diperkuat keterangan saksi dan korban, peristiwa penggelapan satu unit sepeda motor dan dana angsuran yang dilakukan tersangka yakni terjadi pada Jumat (3/8) lalu.

Pelaku Alpisyahri yang bekerja sebagai karyawan PT Permata Finance melakukan penggelapan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul senilai Rp 6.6 juta serta dana angsuran dari 17 orang konsumen yang tidak disetorkan ke PT Permata Finance senilai Rp 14 juta.

Baca: Alami Kecelakaan Lalulintas, Wadanyon Armed Martapura Mayor Arm Ardi Meninggal Dunia

Baca: Harga Karet Murni di Pabrik Rp17.000/kg, Ini Penjelasan Kenapa Harga di Petani di Bawah Rp 10 Ribu

Sehingga pihak PT Permata Finance dirugikan sekitar Rp 20.600.000. Korban Takiudin (41) selaku perwakilan manajemen perusahaan melaporkan peristiwa tersebut ke Sat Reskrim Polres OI.

Dilanjutkan AKP Malik, modus operandi pelaku penggelapan sepeda motor dan dana angsuran konsumen yakni dengan cara pelaku menggelapkan satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan dijualkan kepada AN seharga Rp 1.5 juta.

Padahal seharusnya sepeda motor tersebut masih harus dibayarkan di PT Permata Finance senilai Rp 6.6 juta.

"Selanjutnya pelaku menagih dana angsuran pembayaran kredit kepada setiap konsumen, dengan total dana tersebut Rp 14 juta. Oleh pelaku dana itu, tidak disetorkan ke kantor PT Permata Finance," jelas Kasat Reskrim Polres OI AKP Malik, Jumat (7/9).

Ditambahkan Kasat, dari pengakuan pelaku bila uang hasil penggelapan digunakan untuk keperluan sehari-hari. "Tersangka bersama barang bukti sudah kita amankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 374 tentang penggelapan," tegas AKP Malik. (SP/ Beri)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved