Home »

Bisnis

» News

Harga Karet Murni di Pabrik Rp17.000/kg, Ini Penjelasan Kenapa Harga di Petani di Bawah Rp 10 Ribu

Karet yang dibeli adalah karet murni 100 persen sehingga jika kotor maka dipotong nilainya sesuai persentase karet murni

Harga Karet Murni di Pabrik Rp17.000/kg, Ini Penjelasan Kenapa Harga di Petani di Bawah Rp 10 Ribu
Sripo/ Fajeri
Seorang petani karet ketika menyadap pohon karet di Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin. Petani sedang senang karena harga karet menyentuh Rp 9.000 per kilogram 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet cukup terdongkrak oleh menguatnya nilai tukar dolar namun masih banyak ditemukan petani yang mengeluh jika karet mereka hanya dihargai tidak sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Masalah ini bukan hanya dijumpai di satu tempat saja tapi semua tempat dan oleh mayoritas petani karet milik swasta.

Menanggapi keluhan petani tersebut Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan, Alex K Eddy mengatakan harga karet tidak bisa naik lagi karena memang standar harga pembelian karet internasional 1,3 dollar Amerika per kilogram setelah dipotong biaya produksi.

Baca: Keamanan Program Prioritas 6 Bulan Pertama Joncik-Yulius Sebagai Bupati-Wakil Bupati Empat Lawang

Baca: Sukses Dukung Asian Games, 4 Trainset LRT Sumsel Kembali Layani Masyarakat

Baca: Kenalkan Nashwa Zahira, Gadis yang Bikin Maia Estianty Terpesona hingga Ingin Menjodohkan dengan Dul

Oleh sebab itu akan sangat baik jika ada hilirisasi produk karet selain hanya dijual setengah mentah ke luar negeri menjadi bahan baku pembuatan ban.

Meski harapan itu jauh dari realita, dia mengatakan cara mudah agar petani tidak rugi yakni dengan meningkatkan kualitas karet yang diproduksi.

Kebiasaan curang mengisi karet dengan air, gatal, sampah dan barang lainnya bahkan batu agar karet dianggap berat saat ditimbang salah besar.

Karet yang dibeli adalah karet murni 100 persen sehingga jika kotor maka dipotong nilainya sesuai persentase karet murni.

Baca: Partai Koalisi Jokowi Ngotot Ajak Bos Go-Jek dan Najwa Masuk Kedalam Tim

Baca: Menteri Jonan Minta Eksportir Bawa 100 Persen Uang Devisa ke Dalam Negeri, Ini Kata Eksportir Karet

Baca: Sering Dimarahi, Kartika Putri Blak-blakan Ngaku Hampir Blokir Nomor Habib Usman bin Yahya

Selain itu petani juga harus memangkas panjangnya perjalanan karet dari petani hingga ke pabrik sebab ini menjadi salah satu faktor harga karet murah di tingkat petani karena dibeli oleh tengkulak.

Cara mudah menghitung harga karet yakni harga internasional 1,3 dolar amerika-biaya produksi Rp 2500, maka itulah harga beli karet di perusahaan.

Jadi jika dolar dihitung Rp 15.000 maka 1,3 dollar yakni Rp 19.500-Rp 2500= Rp 17.000 per kilo harga karet murni 100 persen.

Jika karet dinilai kotor, banyak campuran sampah maka otomatis persentasenya tidak 100 persen sehingga harga yang dibeli perusahaan lebih murah lagi.

Itulah sebabnya dikatakan Alex ada karet yang hanya dihargai 50 persen karena basah bahkan airnya tetap mengucur saat ditimbang, padahal sudah diangkut lama dari pohon, dibawa dalam perjalanan hingga sampai ke pabrik.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help